Koreri.com, Timika – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya menjadikan penyediaan air bersih sebagai program prioritas tahun anggaran 2026.
Fokus tersebut sejalan dengan visi kepala daerah dalam memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses air minum yang layak dan merata.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi melalui Kabid Cipta Karya Bonifasius Saleo, menjelaskan bahwa Pemerintah daerah akan melakukan review menyeluruh terhadap seluruh paket pekerjaan, khususnya yang masuk kategori pengadaan melalui sistem e-purchasing maupun penunjukan langsung.
“Semua paket sudah terakomodir dalam sistem. Tinggal dipilah sesuai ketentuan, mana yang melalui penunjukan langsung dan mana yang wajib tender,” ujarnya saat memberikan keterangan, Jumat (27/2/2026).
Dijelaskan, untuk tahun anggaran 2025, sebagian besar program telah berjalan dan rampung. Meski demikian, Pemda masih memiliki sejumlah kewajiban pekerjaan yang akan diselesaikan secara bertahap.
Memasuki 2026, lanjut Kabid, Dinas PUPR masih menunggu kepastian total pagu anggaran, terutama untuk bidang Cipta Karya.
Saat ini, penghitungan kebutuhan anggaran masih dilakukan termasuk tambahan beberapa paket pembangunan seperti Koramil, Polsek, rumah dinas, Rumah Sakit Bhayangkara serta sejumlah proyek di beberapa kampung yang tengah didata.
“Total tambahan anggaran tersebut masih dalam tahap finalisasi,” ungkapnya.
Kabid menegaskan di tengah berbagai kebutuhan pembangunan itu, program prioritas tetap diarahkan pada penguatan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) sebagai proyek strategis daerah. Program ini dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kemudian pula soal besaran anggaran SPAM tahun 2026 akan dilihat sebagaimana pagu anggarannya yang tertera di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Jumlah sambungan rumah (SR) yang akan direalisasikan sangat bergantung pada alokasi anggaran yang disetujui.
“Setelah ada kepastian anggaran, baru bisa dipastikan berapa jumlah rumah yang akan mendapat sambungan baru,” jelasnya.
Terkait keluhan warga soal kerusakan instalasi atau pipa, Pemerintah memastikan kegiatan pemeliharaan rutin tetap berjalan. Namun masyarakat juga diimbau ikut menjaga fasilitas yang telah terpasang di lingkungan masing-masing.
Diakui Kabid, kerusakan atau pencurian instalasi berdampak pada tambahan biaya penggantian yang membebani anggaran daerah.
Saat ini distribusi air bagi pelanggan yang telah tersambung dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore masing-masing sekitar dua jam.
Meski masih ada beberapa titik yang belum teraliri karena proses penyambungan berlangsung bertahap, Pemerintah memastikan rumah yang telah resmi tersambung akan menerima layanan sesuai jadwal.
Untuk 2026, pengembangan jaringan difokuskan di wilayah dalam kota seperti Mimika Baru, Wania, serta sejumlah titik termasuk SP-13.
“Perluasan jaringan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah,” tambahnya.
Pemkab Mimika berharap dukungan seluruh elemen baik DPRD maupun masyarakat, agar program prioritas air bersih ini dapat berjalan optimal dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.
EHO
























