Koreri.com, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) memenuhi undangan Kodam XVIII/Kasuari untuk mengikuti rapat pimpinan (Rapim) di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Kamis (26/3/2026).
Gubernur PBD diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Drs. George Japsenang, M.Si menghadiri undangan kegiatan yang berlangsung di Markas Kodam XVIII/Kasuari.
Di kesempatan itu, Kaban Kesbangpol memaparkan bahwa Provinsi Papua Barat Daya secara umum memiliki posisi strategis sebagai gerbang Tanah Papua dengan potensi besar pada sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata.
Visi pembangunan daerah diarahkan pada terwujudnya Papua Barat Daya yang maju dan berkelanjutan berbasis ekonomi biru, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas SDM, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Adapun isu strategis yang menjadi perhatian antara lain masih rendahnya IPM, tingginya angka kemiskinan dan stunting, belum optimalnya investasi, keterbatasan infrastruktur, serta potensi gangguan keamanan di beberapa wilayah,” rincinya saat menyampaikan sambutan pada Rapim tersebut.

Kemudian pembangunan SPAM yang sudah 100%, serta pengembangan program perumahan, konektivitas wilayah, dan sektor perikanan melalui Kampung Nelayan Merah Putih.
“Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan tenaga kerja, distribusi material, permasalahan lahan, serta keterbatasan fiskal daerah yang masih bergantung pada dana pusat,” ungkapnya.
Selain itu, Mantan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sorong Selatan ini menyampaikan pula bahwa kondisi keamanan daerah PBD yang masih memerlukan perhatian seiring adanya beberapa insiden gangguan keamanan sepanjang tahun 2025 hingga Maret 2026.
KENN
























