Pelantikan-Rapimprov KADIN 2025-2030 Jadi Momentum Bangkitkan Ekonomi Maluku

Kadin Maluku 2025 2030 Dilantik

Koreri.com, Ambon – Pelantikan dan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku periode 2025 – 2030 berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi.

Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Senin (27/4/2026).

Hadir dalam kegiatan itu, Gubernur Hendrik Lewerissa, Ketua TP-PKK Maluku Maya Baby Lewerissa, Ketua Umum KADIN Pusat Anindya Novyan Bakrie, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, termasuk perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota se-Maluku.

Ketua Panitia, Abas Rumadan, dalam laporannya menegaskan bahwa Rapimprov KADIN Maluku menjadi momentum penting untuk mendorong kebangkitan ekonomi daerah.

“Rapimprov ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku,” urainya.

Sebanyak 11 DPD kabupaten/kota turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk soliditas organisasi dalam memperkuat jaringan dan kolaborasi antar pelaku usaha di daerah.

Dalam rangkaian kegiatan, KADIN Maluku juga menyoroti sejumlah program strategis sejak di 2025, termasuk penguatan kelembagaan serta pengembangan sektor unggulan daerah.

Selain itu, Rapimprov yang dirangkaikan dengan pameran ini bertujuan untuk membuka peluang investasi, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Abas Rumadan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

“Kami berharap pelaku usaha di Maluku semakin berkembang, inovatif, dan mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi global,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Meski demikian, ia mengakui adanya keterbatasan, terutama dari sisi anggaran, sehingga diperlukan dukungan dan kesabaran dari semua pihak.

Dengan terselenggaranya Rapimprov ini, KADIN Maluku diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

JFL