Soal Banjir di Banti, Bupati Mimika: Pemkab Didukung PTFI Sudah Turun Tangan

Banjir Banti
Kondisi saat terjadi banjir di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pekan kemarin / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bergerak cepat berkoordinasi dengan PT. Freeport Indonesia (PTFI) menangani dampak banjir dan longsor yang melanda wilayah kampung Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, pekan kemarin.

Bupati Johannes Rettob, memastikan penanganan darurat telah dilakukan guna memulihkan akses dan menjamin keselamatan warga.

Diakuinya, curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya longsor di sejumlah titik. Kondisi tersebut menyebabkan tanggul mengalami kerusakan hingga berdampak pada badan jalan yang ikut longsor.

“Sudah ada laporan terkait longsor. Ini terjadi karena hujan terus-menerus sehingga tanggul menjadi tidak kuat dan jalan ikut terdampak,” ujar Bupati saat dikonfirmasi wartawan di Timika, Papua Tengah, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, akibat longsor tersebut, akses kendaraan untuk sementara tidak dapat dilalui. Meski demikian, warga masih dapat menggunakan jalur pejalan kaki dengan penuh kehati-hatian.

Pemerintah daerah, kata dia, memberikan perhatian khusus pada akses layanan kesehatan.

Pasalnya, kondisi jalan yang terputus berpotensi menyulitkan proses rujukan pasien dari fasilitas kesehatan di Banti menuju Timika.

“Yang kami khawatirkan adalah jika ada pasien yang harus dirujuk ke Timika, tentu ini akan menjadi kendala serius,” katanya.

Bupati menegaskan, Pemerintah tidak tinggal diam. Sejak awal kejadian, tim gabungan telah diterjunkan langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan PT. Freeport Indonesia untuk dukungan penanganan.

“Sejak kemarin kami sudah turun langsung melihat kondisi di lapangan. Tim BPBD sudah naik ke lokasi, dan tim dari Dinas Pekerjaan Umum juga sudah bekerja,” jelasnya.

Pemerintah optimistis proses penanganan dapat segera diselesaikan.

Akses jalan diharapkan dapat kembali normal dalam waktu dekat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa.

“Kami sudah koordinasi dengan PTFI dan berharap besok akses sudah bisa kembali normal,” ujar Bupati.

Langkah cepat ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan warga serta menjaga konektivitas wilayah, khususnya di daerah-daerah yang rentan terhadap bencana alam.

EHO