Koreri.com, Ambon – Ketua DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sekaligus Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Steven Izaac Risakotta, menegaskan pentingnya langkah strategis dalam memperluas pasar ekspor Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, ketergantungan pada pasar tradisional tidak lagi cukup untuk menjaga pertumbuhan ekspor nasional.
Oleh karena itu, pemerintah perlu mendorong pembukaan akses ke pasar baru yang lebih potensial, salah satunya kawasan Uni Eropa.
“Di tengah kondisi global yang tidak pasti, kita tidak bisa hanya bergantung pada pasar yang itu-itu saja. Pembukaan pasar baru, khususnya ke Uni Eropa, menjadi langkah penting untuk menjaga ekspor tetap tumbuh dan ekonomi nasional tetap stabil,” ujarnya kepada Media ini, Rabu (6/5/2026).
Ia menilai, peluang kerja sama perdagangan dengan Uni Eropa harus dimaksimalkan, termasuk potensi penerapan tarif nol persen terhadap sejumlah produk unggulan Indonesia. Dengan skema tersebut, daya saing produk nasional diyakini akan meningkat signifikan di pasar global.
“Kalau akses ini bisa terbuka secara optimal, termasuk peluang tarif nol persen, maka produk Indonesia akan semakin kompetitif dan memiliki ruang yang lebih besar di pasar dunia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Risakotta menekankan bahwa strategi diversifikasi pasar ekspor merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi dinamika perdagangan internasional yang terus berubah.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah dalam merumuskan kebijakan perdagangan luar negeri yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada perluasan pasar ekspor.
RLS

















