Koreri.com, Ambon — Komisi I DPRD Kota Ambon akan segera memanggil pihak pengembang perumahan terkait bencana longsor yang terjadi di kawasan BTN Gadihu Indah, Kecamatan Sirimau, Jumat (8/5/2026).
Bencana tersebut mengakibatkan satu rumah warga ambruk dan terseret longsor ke jurang, sementara sembilan rumah lainnya mengalami kerusakan dan terancam dihuni.
Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, M. Aris Sugiharto Soulissa, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat yang menyebut longsor diduga tidak semata-mata disebabkan faktor cuaca ekstrem, tetapi juga karena kondisi lahan yang dinilai belum dipersiapkan secara matang oleh developer perumahan.
“Bencana longsor ini bukan cuma karena fenomena alam, tetapi diduga pihak developer kurang siap dalam pembangunan kawasan perumahan tersebut. Karena itu, pihak pengembang harus bertanggung jawab dan Komisi I akan memanggil mereka,” kata Aris kepada wartawan di sela kegiatan Musancab PDI Perjuangan se-Kota Ambon, Sabtu (9/5/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, penanganan bencana longsor di BTN Gadihu Indah dan sejumlah titik lain di Kecamatan Sirimau saat ini telah dilakukan Pemerintah Kota Ambon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Menurutnya, dalam waktu dekat Komisi I juga akan menggelar rapat bersama BPBD dan sejumlah mitra terkait untuk membahas penanganan bencana, termasuk longsor di BTN Gadihu Indah.
“Nanti kita rapat lebih dulu dengan BPBD untuk mendengar laporan terkait longsor BTN Gadihu, baru kemudian memanggil pihak pengembang untuk mempertanyakan persoalan tersebut. Kami juga terus melakukan komunikasi dan turun langsung melihat kondisi korban serta langkah penanganan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, mengatakan berdasarkan data di lapangan terdapat sekitar 10 rumah warga yang terdampak longsor.
“Dari data kami, satu rumah terseret langsung ke jurang dan sembilan rumah lainnya mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa, tetapi rumah yang hancur jatuh sekitar 15 hingga 20 meter bersama barang-barang milik penghuni,” kata Frits.
Ia menambahkan, longsor juga menyebabkan akses jalan di kawasan perumahan tersebut amblas sehingga mengganggu aktivitas warga setempat.
Saat ini, BPBD Kota Ambon telah mendirikan tenda darurat serta menyalurkan makanan siap saji bagi warga terdampak.
Diketahui, longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir.
JFL












