Pusat Inisiasi Giat Perkuat Penanggulangan TBC-Pengawasan Kualitas MBG di Tanah Papua

Pemkot Sorong Perkuat Penanganan TBC
Rapat koordinasi Pemkot Sorong dalam rangka persiapan kegiatan Gerakan Nasional TB Berbasis Higiene dan Sanitasi di ruang angrek lantai II Pemkot Sorong, Jumat (15/6/2026) / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberkulosis (TBC) berbasis Higiene dan Sanitasi, yang akan dimulai pada 30 Mei 2026 mendatang.

Rencana kesiapan kegiatan berskala nasional ini dibahas dalam rapat koordinasi internal yang dipimpin langsung Wali Kota Sorong Septinus Lobat, S.H., M.A.P di Ruang Anggrek, lantai II Pemkot Sorong, Jumat (15/5/2026) dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Giat ini bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis melalui pendekatan komunitas, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sanitasi dan pengawasan makanan bergizi gratis di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth, S.K.M., M.A.P mengungkapkan alasan ibukota Provinsi Papua Barat Daya dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan, karena Pemerintah pusat menilai kota ini berhasil menunjukkan kinerja yang baik dalam penanganan tuberkulosis, bahkan melampaui target nasional dalam penemuan kasus.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi Kota Sorong untuk menunjukkan praktik baik yang telah dilakukan selama ini,” ujar Jemima Elisabeth kepada wartawan usai rapat koordinasi.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Tanah Papua, serta melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Bappenas, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, turut terlibat organisasi nasional seperti HAKLI dan AKOPSI.

Tak hanya deklarasi, rangkaian kegiatan juga akan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui kunjungan ke Rumah Sakit eks-Covid di Kampung Baru yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat.

Rombongan dari Pemerintah pusat juga dijadwalkan mengunjungi puskesmas serta rumah warga yang pernah menderita tuberkulosis dan kini telah sembuh.

Kisah-kisah penyembuhan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan pendampingan yang tepat, pengobatan teratur, dan dukungan lingkungan yang sehat, tuberkulosis dapat disembuhkan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pasien TB bukan untuk dijauhi, tetapi harus didampingi hingga sembuh,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan ini.

Tak kalah penting, Pemkot Sorong juga akan menggelar pelatihan bagi para penyedia makanan bergizi gratis. Sebanyak 17 dapur penyedia makanan akan dilibatkan, bersama pengelola hotel, restoran, serta kader kesehatan.

Diperkirakan lebih dari 400 peserta akan ambil bagian dalam pelatihan ini, dengan narasumber langsung dari kementerian terkait.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama dua hari berlansung di Hotel Aston Sorong, dengan harapan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia bebas tuberkulosis.

Dengan kepercayaan sebagai tuan rumah, Kota Sorong tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga simbol harapan bahwa kerja kolaboratif mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kesehatan masyarakat.

KENN