OJK Maluku-Pemkot Ambon Luncurkan Modul Literasi Keuangan Pertama SMP di Indonesia

OJK Mal Pemkot Ambon Modul Ajar Literasi Keu SMP

OJK Maluku-Pemkot Ambon Luncurkan Modul Literasi Keuangan Pertama SMP di Indonesia

Koreri.com, Ambon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan Mata Pelajaran IPS Tingkat SMP/MTs dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Lapangan Upacara Pemkot Ambon, Rabu (20/5/2026).

Peluncuran modul tersebut menjadi tonggak baru dalam dunia pendidikan nasional karena disebut sebagai modul ajar literasi keuangan pertama di Indonesia yang khusus diperuntukkan bagi siswa SMP/MTs.

Wali Kota Bodewin Wattimena, menyampaikan kebanggaannya atas lahirnya inovasi pendidikan tersebut yang dinilai mampu memperkuat kualitas generasi muda sejak dini.

“Kita juga perlu berbangga, karena Modul Ajar ini merupakan Modul Ajar Literasi Keuangan Pertama di Indonesia untuk Tingkat SMP/MTs,” ungkapnya dalam amanat upacara.

Secara simbolis, buku modul ajar itu diserahkan langsung oleh Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady kepada Wali Kota Ambon dengan mengusung tema “Tunas Bangsa Bijak Mengelola Keuangan, Finansial Kuat, Negara Berdaulat.”

Wajib Diterapkan di Seluruh SMP/MTs Kota Ambon

Sebagai bentuk keseriusan implementasi program, Pemerintah Kota Ambon menerbitkan Surat Edaran Nomor: 400.3.1/10/SE/2026 tentang Implementasi Program Bersama Tingkatkan Literasi Keuangan Satu Rekening Satu Pelajar (BETA KEJAR).

Melalui kebijakan tersebut, modul ajar literasi keuangan akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh SMP dan MTs di Kota Ambon serta diintegrasikan langsung dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Wali Kota menegaskan, langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas sekaligus memperluas inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Empat Materi Utama Literasi Finansial

Kepala OJK Maluku, Haramain Billady, menjelaskan bahwa materi dalam modul telah disesuaikan dengan perkembangan sektor jasa keuangan dan kebutuhan pembelajaran siswa.

Empat poin utama yang menjadi fokus pembelajaran meliputi:

– Pemenuhan kebutuhan melalui kegiatan ekonomi

– Pasar

– Lembaga keuangan

– Peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital

Menurut Haramain, implementasi modul tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang disiplin, kreatif, jujur, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan minat siswa terhadap penggunaan produk keuangan formal seperti Simpanan Pelajar (SimPel).

“Penyesuaian informasi dan ketentuan terbaru di sektor jasa keuangan telah diselaraskan, sehingga murid SMP/MTs di Kota Ambon akan semakin meningkat literasi keuangannya,” kata Haramain.

Sinergi Perbankan dan Dunia Pendidikan

Peluncuran program strategis ini turut dihadiri pimpinan perbankan di Kota Ambon, perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Ambon, serta ASN lingkup Pemkot Ambon.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, dan dunia pendidikan tersebut diharapkan menjadi motor penggerak dalam menciptakan masyarakat Maluku yang inklusif, mandiri, dan matang secara finansial sejak usia dini.

RLS