“Kolaborasi strategis KEPPOKP, Senator Paul Finsen Mayor yang juga Anggota Komite I DPD RI, Grasberg Academy, Jasgo Academy, KUMPUL, dan berbagai pemangku kepentingan sukses menghadirkan pelatihan AI inklusif untuk akselerasi kesiapan digital generasi Papua Barat Daya”
Koreri.com, Sorong – Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) bersama Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor, Grasberg Academy, Jasgo Academy dan KUMPUL sukses menggelar program “AI Ignition Road to Sorong”, Sabtu (25/7/2026).
Bertempat di Gedung Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM, Kota Sorong, pelatihan intensif bertajuk “Semua Bisa AI! Akselerasi Masa Depan Papua Barat Daya” ini berhasil menghadirkan lebih dari 250 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga profesional lokal untuk membekali literasi kecerdasan buatan (AI) yang relevan dengan kebutuhan masa depan. 
Program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan AI Ignition di Timika, dan mendapatkan dukungan penuh dari Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), Google.org, Asian Development Bank (ADB), IndoEast Network, Papua Youth Creative Hub (PYCH), serta Pemerintah Kota Sorong.
Dukungan multipihak ini menegaskan komitmen global untuk mempercepat inklusi digital, pengembangan talenta, dan inovasi berbasis teknologi di wilayah Papua Barat Daya.
Acara dibuka dengan sesi Leader’s Roundtable Talkshow yang menghadirkan Ketua KEPPOKP Dr. Velix V. Wanggai, Kapolda PBD Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, dan Anggota DPD RI Paul Finsen Mayor.
Dr. Velix V. Wanggai memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena menyasar semua kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga para profesional di berbagai bidang. Otonomi Khusus bukan hanya tentang anggaran, tetapi tentang keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia. 
“Literasi AI adalah investasi strategis agar generasi muda kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi arsitek masa depan digital Indonesia,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kapolda PBD Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, menegaskan bahwa melalui kegiatan AI Ignition Road to Sorong, masyarakat Papua menunjukkan bahwa daerah ini mampu mengikuti perkembangan teknologi global.
“Semangat #SaPapuaSaJugaBisa harus menjadi motivasi untuk membangun generasi muda Papua yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” imbuhnya.
Menyambung komitmen tersebut, Anggota DPD RI Dapil PBD Paul Finsen Mayor, menekankan bahwa pengembangan SDM harus dimulai dari sektor pendidikan untuk melahirkan generasi unggul.
“Anak-anak Papua yang mengikuti pelatihan hari ini akan memperoleh sertifikat yang dapat menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan di instansi pemerintah maupun perusahaan lokal, nasional, hingga internasional,” tekannya. 
PFM menambahkan bahwa kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Google memastikan peserta memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan standar perkembangan teknologi dunia, sehingga generasi muda Papua mampu bersaing di era transformasi digital dan menjadi bagian dari lahirnya talenta-talenta unggul dari Tanah Papua.
Sepanjang satu hari pelaksanaan, peserta dibimbing langsung oleh dua praktisi dan akademisi terkemuka: Teguh Hidayat, S.Kom., M.MT. (Dosen IT & CEO Jasgo Academy) mengupas tuntas fondasi teknis AI, meliputi pengenalan teknologi AI dan perkembangannya, serta pemanfaatan AI secara efektif dan efisien untuk mendukung produktivitas kerja dan kreativitas.
Elviliana Y. Watopa, S.E., M.B.A. (Managing Partner Grasberg Academy) memaparkan kerangka berpikir strategis dalam mengadopsi AI secara bertanggung jawab, menekankan penggunaan AI yang tetap menjunjung tinggi etika digital dan inklusivitas, serta strategi human-AI collaboration untuk memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikannya.
Pelatihan dirancang secara komprehensif dan interaktif, mencakup sesi teori, praktik langsung, serta diskusi kasus. 
Sebagai nilai tambah utama, seluruh peserta berkesempatan memperoleh sertifikasi internasional secara gratis yang didukung oleh AVPN, Google.org, dan ADB, sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang telah dicapai.
Menurut Elviliana Y. Watopa, antusiasme peserta di Sorong menjadi indikator kuat potensi besar Papua Barat Daya dalam peta talenta digital nasional.
“Melihat semangat, pertanyaan kritis, dan ide-ide baru yang muncul dari para peserta pelatihan, saya semakin optimis bahwa kesenjangan keterampilan teknologi di wilayah ini dapat kita pangkas lebih cepat. Kuncinya adalah edukasi yang tepat sasaran, relevan secara konteks lokal, dan dibangun di atas kolaborasi kolektif,” tandasnya.
Keberhasilan AI Ignition Road to Sorong ini tidak lepas dari dukungan dari ekosistem lokal. Kolaborasi berbagai pihak, memastikan bahwa pelatihan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga membuka jalur untuk pendampingan lanjutan, akses jaringan, dan ruang inkubasi ide. 
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan khusus Rocka March yang memberikan pengalaman inspiratif bagi para peserta.
Ke depan, KEPPOKP, Grasberg Academy, dan para mitra berkomitmen untuk:
– Mengembangkan program lanjutan berbasis minat dan kebutuhan spesifik peserta di Papua Barat Daya.
– Membuka akses mentorship dan project-based learning dengan praktisi nasional.
– Memfasilitasi ruang kolaborasi bagi peserta untuk menguji dan mengembangkan solusi AI berbasis kearifan lokal.
Dengan bekal literasi AI yang kuat, ratusan talenta muda Papua Barat Daya kini siap melangkah lebih percaya diri: bukan hanya mengikuti arus transformasi digital, tetapi mengemudikannya untuk menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan budaya yang berkelanjutan.
RED
























