Koreri.com, Timika – Bupati Mimika Johannes Rettob menjadi salah satu kepala daerah yang hadir dalam dialog strategis bersama para Gubernur serta Bupati dan Wali kota se-Tanah Papua yang berlangsung di Ballroom Gedung Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mimika, Kamis (30/7/2026).
Para kepala daerah ini terlibat dalam dialog bersama Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard.
Bupati Rettob pada kesempatan dialog tersebut, menekankan soal pentingnya pembangunan infrastruktur dan konektivitas sebagai fondasi utama dalam mempercepat pembangunan di Papua.
Menurutnya, infrastruktur merupakan urat nadi yang menopang berbagai sektor pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya bicara terkait infrastruktur dulu, karena merupakan urat nadi di semua pembangunan. Jika infrastrukturnya baik, maka seluruh pembangunan akan berjalan dengan baik,” keluhnya.
Bupati Rettob lantas menjelaskan kondisi geografis Papua, khususnya Kabupaten Mimika, yang masih menjadi tantangan besar dalam menjangkau sejumlah wilayah terpencil.
Banyak daerah yang hingga kini hanya dapat diakses melalui jalur udara dan laut dengan biaya transportasi yang tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar anggaran pembangunan harus dialokasikan untuk biaya transportasi dan distribusi, sehingga ruang fiskal untuk mendukung pembangunan sektor lainnya menjadi terbatas.
Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Mimika memiliki 13 lapangan terbang yang digunakan untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
Namun, ketergantungan terhadap transportasi udara membuat biaya pelayanan dan pembangunan di daerah pedalaman menjadi sangat tinggi.
“Kami ada 13 lapangan terbang untuk menjangkau daerah terpencil dan kami harus menjangkau semuanya menggunakan pesawat terbang dengan biaya yang tinggi. Lalu bagaimana kita bisa menumbuhkan ekonomi, meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya bagi masyarakat?” ujarnya.
Karena itu, Bupati berharap Bappenas dapat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas di Papua, terutama pembangunan jalan dan jembatan yang dapat membuka keterisolasian wilayah.
Menurutnya, pembangunan konektivitas perlu menjadi prioritas awal agar program pembangunan di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita harus membangun infrastruktur terlebih dahulu, baru pembangunan yang lain bisa berjalan dengan baik,” cetusnya.
Bupati menegaskan, pembangunan Papua harus berangkat dari kondisi riil di lapangan.
Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, berbagai target pembangunan untuk mewujudkan masyarakat Papua yang sehat, sejahtera, dan mandiri akan sulit dicapai.
“Ini kondisi riil, Pak Wamen. Kalau infrastruktur tidak ada, itu mimpi untuk membuat Papua sehat, sejahtera, dan lainnya. Infrastruktur konektivitas itu sangat penting untuk membuka isolasi daerah,” tegasnya.
TIM
























