Koreri.com, Ambon – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kemantapan infrastruktur melalui Program Preservasi Jalan dan Jembatan Pulau Ambon.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20,1 miliar yang difokuskan pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan nasional serta jembatan di Pulau Ambon.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Maluku, Pegi Hehanussa, menjelaskan bahwa program preservasi merupakan langkah strategis untuk menjaga kondisi infrastruktur agar tetap berfungsi optimal, sekaligus memperpanjang umur layanan jalan dan jembatan.
“Paket pemeliharaan jembatan mencakup perbaikan dan pengamanan abutmen, penanganan oprit jembatan, pekerjaan fender, galian CMM dan overlay jembatan, perbaikan lapisan asphaltic, pekerjaan patok pengarah, pekerjaan rabat, serta pemeliharaan kinerja,” ujar Peggie Hehanussa kepada media ini, Jumat (31/7/2026).
Selain pekerjaan pada jembatan, paket Preservasi Jalan dan Jembatan Pulau Ambon juga meliputi rekonstruksi jalan, rehabilitasi minor, penanganan drainase, pemeliharaan berkala jembatan, penanganan oprit jembatan, pemeliharaan kinerja, pekerjaan rutin kondisi, serta pekerjaan penunjang (holding).
Menurut Pegi, seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan untuk memastikan ruas jalan nasional dan jembatan di Pulau Ambon tetap berada dalam kondisi mantap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat.
“Preservasi ini bukan hanya memperbaiki kerusakan yang ada, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mencegah kerusakan yang lebih besar di masa mendatang serta meningkatkan keselamatan para pengguna jalan,” katanya.
Dengan nilai kontrak mencapai Rp20,1 miliar, BPJN Maluku berharap program preservasi ini mampu menjaga konektivitas antarwilayah di Pulau Ambon, memperlancar arus transportasi orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan infrastruktur bagi masyarakat di Provinsi Maluku.
RLS
























