Koreri.com, Ambon – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk ikut mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon, termasuk mengembangkan produk khas daerah seperti Tenun dan Kopi Tuni.
Komitmen tersebut disampaikan Syaiful, salah satu staf yang mewakili General Manager PT PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, saat menghadiri Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau 2026 di Taman Budaya, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan PLN dalam kegiatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan sektor kelistrikan, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM.
“Dalam jukulele tingkat Kecamatan Sirimau, PLN siap membantu UMKM Kota Ambon untuk perkembangan UMKM ke depan. Kita juga akan membantu tenun Ambon dan kopi Tuni bersama-sama dengan BUMN lain yang ada di Kota Ambon,” ujar Syaiful.
Ia mengaku tertarik dengan potensi kopi Tuni sebagai salah satu produk khas Maluku. Selama bertugas di Kota Ambon, ia baru mengetahui bahwa selain komoditas yang selama ini dikenal seperti cengkeh, pala dan minyak kayu putih, Maluku juga memiliki kopi dengan karakteristik tersendiri.
Syaiful menyebut kopi Tuni memiliki keunikan karena dapat tumbuh bukan hanya di kawasan pegunungan, tetapi juga di wilayah pesisir.
“Selama tujuh tahun saya tugas di Kota Ambon, baru saya tahu bukan saja minyak kayu putih, cengkeh maupun pala, tetapi juga ada kopi Tuni. Kopi Tuni ini bukan tumbuh di daerah pegunungan saja, tapi di pesisir pantai juga bisa tumbuh,” katanya.
Masih menurut Syaiful, karakteristik tersebut menjadi potensi yang patut dikembangkan sebagai bagian dari identitas produk lokal Kota Ambon.
Karena itu, PLN membuka peluang untuk ikut mendorong pengembangan produk-produk khas Maluku agar semakin dikenal, memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.
Syaiful juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Jukulele Kecamatan Sirimau.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai lebih karena tidak hanya memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat bermusik, tetapi juga dapat menjadi ruang promosi produk lokal.
Ia menilai seni, budaya dan UMKM dapat dikembangkan secara bersamaan untuk memperkuat identitas Ambon sebagai City of Music.
“Saya mengapresiasi kegiatan tingkat kecamatan sampai Kota Ambon yang bisa mengembangkan bakat-bakat generasi muda saat ini, dan bisa menerapkan UMKM bagi masyarakat Kota Ambon maupun mengembangkan tradisi musik yang dijuluki sebagai Ambon City of Music,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan seperti Festival Jukulele dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Syaiful turut menyinggung persoalan piutang pelanggan yang berasal dari periode 1999 hingga 2000 yang hingga kini masih membutuhkan penyelesaian.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pendataan dan verifikasi kembali terhadap pelanggan, termasuk UMKM, yang masih tercatat memiliki kewajiban lama kepada PLN.
Untuk itu, ia berharap dukungan pemerintah di tingkat desa, negeri dan kelurahan, termasuk para raja, lurah maupun kepala desa, untuk membantu PLN melakukan pendataan terhadap pelanggan yang memiliki kewajiban tersebut.
“Kami berharap dari pemerintah desa, negeri dan lurah bisa membantu kami, terutama dalam membuat berita acara pemutihan UMKM di kelurahan masing-masing maupun tingkat desa dan negeri,” ungkapnya.
Syaiful menjelaskan, penyelesaian administrasi terhadap piutang lama tersebut penting karena berkaitan dengan pencatatan dan penyelesaian kewajiban PLN kepada tingkat pusat.
Ia menyebut nilai piutang lama yang masih menjadi perhatian tersebut mencapai lebih dari Rp14 miliar.
Karena itu, PLN membutuhkan dukungan pemerintah daerah hingga tingkat pemerintahan desa, negeri dan kelurahan agar proses pendataan dapat dilakukan secara lebih akurat.
PLN juga mendorong adanya sinergi dengan BUMN lainnya di Kota Ambon untuk membantu pengembangan produk lokal, khususnya tenun Ambon, kopi Tuni dan berbagai produk UMKM khas Maluku.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi, tetapi dapat membuka peluang pengembangan kapasitas, pemasaran dan peningkatan nilai ekonomi produk masyarakat.
Festival Jukulele Kecamatan Sirimau 2026 akhirnya tidak hanya menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas musik, tetapi juga menjadi momentum mempertemukan seni, budaya, UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bagi PLN, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat, sekaligus ikut menjaga agar produk khas Maluku memiliki ruang untuk tumbuh dan dikenal lebih luas.
JFL
























