Koreri.com, Timika – Bupati Mimika Johannes Rettob menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua dalam membentuk karakter anak melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikannya dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika Ananias Faot, saat membuka kegiatan Pembentukan dan Penumbuhan Karakter Keluarga melalui Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara, yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Timika, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak melalui Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dalam Semua Aspek Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.”
Dalam sambutannya, Bupati mengatakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian seorang anak.
Dari berbagai lingkungan yang ada, keluarga menjadi tempat pertama dan paling awal bagi anak untuk mengenal kehidupan.
“Keluarga merupakan lingkungan dini yang dibangun oleh orang tua dan orang-orang terdekat. Setiap keluarga memiliki cara mendidik, kondisi ekonomi, sejarah perjuangan, nilai-nilai serta kebiasaan yang secara tidak sadar akan membentuk karakter anak,” jelasnya.
Menurut Bupati, pengaruh keluarga sangat besar dalam membangun pondasi kepribadian anak.
Karena itu, orang tua memiliki tugas penting untuk menciptakan rumah sebagai lingkungan yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang bagi anak.
Ia menilai, keluarga yang harmonis dapat memberikan ruang bagi anak untuk berkembang menjadi pribadi yang cerdas, religius, berakhlak dan memiliki karakter yang kuat.
“Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan awal bagi anak. Untuk pertama kalinya anak mengenal dunia dan mendapatkan pendidikan dari orang tua. Karena itu, pengalaman masa kanak-kanak menjadi faktor penting bagi perkembangan mereka selanjutnya,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk pendidikan moral yang sangat efektif bagi anak.
Orang tua, kata Bupati, tidak cukup hanya memberikan nasihat, tetapi harus mampu menjadi contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti toleransi, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, memiliki integritas, rendah hati, saling menghormati dan bekerja keras.
“Melalui komunikasi yang baik, orang tua dapat menanamkan pemahaman tentang pentingnya pendidikan karakter, disiplin dan nilai-nilai luhur Pancasila,” katanya.
Selain itu, orang tua juga diharapkan mendorong anak terlibat dalam berbagai aktivitas positif, seperti kegiatan seni, olahraga, keagamaan maupun kegiatan sosial.
Aktivitas tersebut dinilai dapat membantu anak menemukan bakat dan minat sekaligus membangun karakter positif.
Bupati juga mengingatkan pentingnya memperkenalkan anak kepada keragaman budaya dan latar belakang masyarakat Indonesia.
Anak perlu diajarkan untuk menghargai setiap individu serta memahami kekayaan budaya dan sejarah bangsa.
“Orang tua dapat menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air melalui cerita, pengalaman dan teladan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Bupati menambahkan, mengajarkan anak bertanggung jawab atas tindakan mereka, mulai dari menyelesaikan tugas sekolah hingga membantu orang lain, merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan jiwa sosial.
Dengan pendidikan dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, Ananias berharap anak-anak di Kabupaten Mimika dapat tumbuh menjadi generasi yang religius, berakhlak mulia, toleran, bertanggung jawab dan mampu menjadi warga negara yang baik sesuai nilai-nilai Pancasila.
“Peran orang tua dalam membentuk karakter anak melalui Pancasila sangatlah penting. Orang tua sebagai pendidik dan teladan utama harus mampu membangun kebiasaan positif, mengajarkan tanggung jawab dan menanamkan rasa hormat terhadap perbedaan,” tegasnya.
Bupati berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir anak-anak Mimika yang memiliki karakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan.
Menurutnya, penguatan karakter keluarga juga menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Mimika periode 2025-2029, yakni “Terwujudnya Mimika yang Responsif, Energik, Transparan, Terampil, Objektif dan Berdaya Saing, menuju Gerbang Emas (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera).”
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah hadir dan berbagi pengetahuan kepada para peserta.
Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan secara serius dan saksama dari awal hingga akhir, sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap seluruh peserta dapat menyerap informasi dan ilmu yang disampaikan dengan baik, untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi contoh teladan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
NUEL


























