Kusta Masih Mengintai Mimika Baru, Puluhan Kasus Ditemukan Sepanjang 2026

IMG 20260903 WA0028

Koreri.com TIMIKA – Pemerintah Distrik Mimika Baru menaruh perhatian serius terhadap masih ditemukannya kasus penyakit kusta di wilayah tersebut.

Data awal yang dibahas dalam rapat menunjukkan sedikitnya 35 hingga 40 kasus kusta tercatat sepanjang 2026.

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan angka tersebut masih perlu diverifikasi kembali untuk memastikan jumlah kasus yang sebenarnya.

“Untuk sementara, dari data awal yang kita bahas tadi ada di angka 35 kasus di Distrik Mimika Baru. Ini cukup besar,” kata Merlyn saat ditemui awak media di kantornya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Merlyn, kasus kusta masih ditemukan di sejumlah wilayah kerja puskesmas. Di Puskesmas Timika, misalnya, tercatat 26 kasus pada 2024, meningkat menjadi 30 kasus pada 2025, dan 12 kasus pada 2026.

Dengan demikian, dalam tiga tahun terdapat 68 kasus yang tercatat di puskesmas tersebut.

Dari jumlah tersebut, 24 pasien masih dalam pemantauan pengobatan, sementara tujuh pasien merupakan anak-anak. Selain itu, lima pasien dilaporkan telah mengalami disabilitas akibat penyakit tersebut.

Sementara itu, Puskesmas Pasar Sentral mencatat 12 kasus kusta pada 2026. Data dari sejumlah puskesmas lainnya juga menunjukkan penyakit tersebut masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius.

Merlyn menegaskan, penanganan kusta tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia pendidikan, karena aktivitas masyarakat di sekolah, perkantoran, maupun lingkungan sosial lainnya memungkinkan terjadinya kontak antarmanusia.

“Kalau beraktivitas di kantor, di sekolah, kemudian kontak, ini yang mungkin akan kita dorong,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Distrik Mimika Baru berencana memberikan perhatian lebih terhadap lingkungan sekolah. Data kasus akan dihimpun dan dilaporkan untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait, terutama sektor kesehatan dan pendidikan.

“Lebih kita pusatkan ke sekolah. Nanti kita akan laporkan dulu, dia punya data-data. Kemudian dari laporan kita, pimpinan pasti akan menyampaikan kepada dua instansi ini, kesehatan dengan pendidikan,” jelas Merlyn.

Setelah laporan disampaikan, pihak distrik akan menunggu tindak lanjut dari instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan yang dapat dilakukan di lapangan.

“Kita tunggu bagaimana dari mereka kembalikan ke kita supaya kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

Pemerintah Distrik Mimika Baru berharap koordinasi lintas sektor dapat memperkuat penemuan kasus, pengobatan, edukasi, hingga pencegahan penularan kusta, terutama di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting agar kasus kusta dapat ditangani lebih cepat, sekaligus mencegah munculnya dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

NUEL