Koreri.com, Sorong – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Papua Barat Daya menggelar acara silaturahmi yang dikemas dalam bentuk ramah tamah bertempat di Hotel Vega, Selasa (15/9/2026) malam.
Ajang silaturahmi bersama pejabat Polda PBD dan para tokoh setempat ini menjadi momentum bagi Kombes Pol. Angling Guntoro menyampaikan kesan dan pesan setelah sekitar satu tahun delapan bulan menjalankan tugas di provinsi termuda Indonesia itu.
Kombes Angling mengaku berat meninggalkan Sorong. Ia mengatakan selama bertugas dirinya merasa nyaman dan menikmati proses membangun sistem di lingkungan Polda PBD yang masih tergolong baru.
“Saya terhubung dengan Papua Barat Daya ini satu tahun delapan bulan. Karena Polda Papua Barat Daya harus dioperasionalkan pada Januari 2025,” ujarnya.
Diakui Kombes Angling, mutasi merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dan perintah pimpinan. Meski demikian, ia mengaku keputusan tersebut tetap terasa berat karena dirinya masih menikmati suasana kerja dan tugas di Papua Barat Daya.
“Sebenarnya kami cukup senang, cukup nyaman dan bahagia bertugas di Sorong. Tetapi karena perintah pimpinan dan kebutuhan organisasi, ketika saya sedang nyaman dan senang di sini, tiba-tiba dipindahkan lagi,” akuinya.
Kombes Angling menjelaskan, masa awal pembentukan Polda PBD menjadi pengalaman penting karena jajaran kepolisian harus menata organisasi, sekaligus membangun sarana, prasarana dan sistem pendukung yang saat itu masih terbatas.
Ia berharap pejabat yang melanjutkan tugas dapat meneruskan berbagai program dan sistem yang telah dibangun.
“Saya berharap Bapak-Ibu tetap membantu pejabat yang baru. Tentunya kita mempunyai visi dan misi yang sama, bagaimana menciptakan Papua Barat Daya yang aman, nyaman dan kondusif,” tuturnya.
Kombes Angling juga menilai keamanan memiliki hubungan erat dengan pembangunan daerah. Menurutnya, kondisi yang aman dan nyaman akan mendukung pembangunan berjalan maksimal sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan maupun program dan kegiatan yang belum terselesaikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung tugas Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Papua Barat Daya.
Sementara itu, Kombes Pol. Satria A. Febrianto Dirintelkam Polda PBD yang baru, menyambut amanah tersebut dengan rasa syukur karena kembali mendapat kesempatan bertugas di Tanah Papua.
Sebelumnya, dalam acara lepas sambut yang berlangsung di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong, Senin (14/9/2026), Satria mengungkapkan dirinya memiliki pengalaman khusus dengan Papua. Ia pertama kali ditempatkan di Papua pada tahun 2000.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya memiliki kesan tersendiri ketika kembali mendapat kesempatan berdinas di Tanah Papua.
“Orang yang sudah pernah berdinas di Papua, ketika kembali lagi ke sini, tentu ada rasa tersendiri. Alhamdulillah saya bisa kembali ke sini,” imbuhnya.
Satria juga mengenang pengalaman keluarganya selama bertugas di Papua. Bahkan, salah satu anaknya lahir di Tanah Papua sebelum keluarganya melanjutkan kehidupan di Sulawesi Selatan.
Selama sekitar 12 tahun bertugas di Sulawesi Selatan, Satria mengaku mendapat berbagai pengalaman di bidang operasional maupun intelijen. Ia juga pernah menjalankan misi perdamaian di Darfur, Afrika.
Pengalaman tersebut, kata dia, semakin membuatnya mensyukuri kekayaan Indonesia, termasuk Papua yang memiliki kekayaan alam dan lingkungan yang luar biasa.
“Saya sudah berada di Sudan, Afrika, di daerah krisis kemanusiaan. Di sana air susah, mau mencari yang hijau-hijau juga sulit. Dari pengalaman itu kita semakin bersyukur dengan apa yang kita punya di Indonesia,” ujarnya.
Dengan pengalaman penugasan di Papua, Sulawesi Selatan dan misi perdamaian di luar negeri, Satria berharap seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menjalankan amanah barunya sebagai Dirintelkam Polda Papua Barat Daya.
RED

























