Koreri.com, Ambon – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX (BPKW XX) berpartisipasi dalam kegiatan Bincang Budaya yang disiarkan oleh RRI Pro 4 Ambon dengan mengangkat tema “Pelestarian dan Penguatan Nilai Adat dalam Tradisi Pukul Sapu”.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Subbagian Umum BPKW XX Maluku Stenli R. Loupatty, S.Pd. serta Tokoh Adat Negeri Mamala Ridwan Malawat, sebagai narasumber.
Dalam bincang budaya tersebut, Tokoh Adat Negeri Mamala Ridwan Malawat menyampaikan bahwa Tradisi Pukul Sapu merupakan warisan budaya turun temurun yang hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat setempat dan juga Negeri Morella.
Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis yang kuat, seperti keberanian, solidaritas, persaudaraan, serta semangat kebersamaan.
Pada kesempatan tersebut, Ridwan Malawat turut menyampaikan apresiasi kepada BPKW XX atas dukungan nyata yang telah diberikan melalui berbagai program pemajuan kebudayaan, termasuk penetapan Tradisi Pukul Sapu sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.
Sementara itu, Stenli R. Loupatty menyampaikan bahwa kebudayaan Maluku memiliki nilai historis, sosial, dan filosofis yang kuat terutama tradisi pukul sapu yang berada di negeri Mamala dan Morela.
Meski memiliki latar belakang sejarah yang berbeda namun keduanya memiliki nilai adat dan budaya yang sangat kuat hingga bertahan dan lestari sampai saat ini.
Loupatty juga menjelaskan bahwa BPKW XX memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemajuan kebudayaan melalui upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaaatan dan pembinaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Lebih lanjut, disampaikan pula berbagai upaya yang telah dilakukan BPKW XX dalam mendukung pemajuan kebudayaan Tradisi Pukul Sapu, antara lain melalui pemanfaatan dana revitalisasi budaya, pelaksanaan studi pelestarian, serta dukungan pendanaan melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan.
Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga menyediakan Program Dana Indonesiana yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas maupun lembaga budaya untuk mendukung kegiatan pemajuan kebudayaan di daerah.
Melalui kegiatan Bincang Budaya ini, diharapkan Tradisi Pukul Sapu semakin dikenal luas oleh masyarakat serta mendorong peran aktif masyarakat dalam mengenal, melindungi, dan melestarikan budaya daerah sebagai identitas dan jati diri bangsa.
RLS
























