Resmi Pimpin HIPMI PBD, Rob Rafael Kardinal Siapkan Sejumlah Terobosan

Rob Rafael Kardinal
Rob Rafael Kardinal, Ketua BPD HIPMI Provinsi PBD / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) resmi hadir untuk pertama kalinya.

Momentum bersejarah ini ditandai dengan pelantikan Rob Rafael Kardinal sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI PBD sekaligus pengukuhan jajaran pengurus, yang digelar di Rylich Panorama Hotel Sorong, Sabtu (7/2/2026) malam.

Kehadiran HIPMI di PBD diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

HIPMI merupakan organisasi yang mewadahi para pengusaha muda dengan orientasi pada pengembangan ekonomi daerah melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat kewirausahaan.

Dalam sambutannya, Rob Rafael Kardinal menegaskan bahwa HIPMI PBD terbuka bagi seluruh pengusaha lokal baik orang asli Papua (OAP) maupun non-OAP, untuk saling bekerja sama dan bersinergi membangun daerah.

“Yang kita harapkan adalah pengusaha-pengusaha asli Papua Barat Daya, baik Papua maupun non-Papua, bisa bersatu dan berkolaborasi demi Papua Barat Daya yang lebih baik,” harapnya.

Rob juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi PBD yang pada 2025 tercatat 4,82 persen. Ia optimistis, kehadiran HIPMI dapat memberikan kontribusi nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi ke depan.

Ia menegaskan komitmennya bahwa kehadirannya di PBD bukan untuk mengambil alih proyek-proyek Pemerintah daerah.

“Saya datang ke sini bukan untuk memainkan proyek yang ada. Saya tidak akan menyentuh proyek pemerintah. Justru saya ingin membawa investasi dari luar ke Papua Barat Daya,” tegasnya.

Menurut Rob, terdapat sejumlah sektor strategis yang sangat potensial untuk dikembangkan secara bersama-sama, antara lain kehutanan, perikanan, dan pertanian.

Sektor-sektor tersebut dinilai sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ketahanan dan kemandirian pangan.

Selain itu, Rob juga menyoroti meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Sorong. Ia menilai ke depan perlu ada perhatian serius, termasuk soal tingginya harga tiket pesawat.

“Mungkin ke depan kita bisa memperhitungkan agar harga tiket pesawat tidak terlalu mahal. Hal-hal seperti ini perlu kita bahas bersama Forkopimda,” katanya.

Perhatian HIPMI PBD juga diarahkan pada penguatan UMKM dan hilirisasi industri lokal.

Rob mencontohkan komoditas minyak kelapa yang dapat diolah menjadi produk turunan seperti sabun, namun masih membutuhkan peningkatan kualitas, komposisi, dan eksposur pasar.

“Yang kurang mungkin hanya eksposur dan pengemasan yang lebih baik. Itu yang saya pikir bisa saya bantu, karena meskipun saya lebih banyak beraktivitas di luar Papua Barat Daya, hari ini saya pulang untuk memberikan kontribusi bagi daerah ini,” jelasnya.

Rob menambahkan bahwa transformasi ekonomi dan digitalisasi di PBD akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan berbagai faktor pendukung.

Namun dengan tekad, semangat juang, serta kebersamaan, ia optimistis hal tersebut dapat terwujud.

Menutup sambutannya, Rob menegaskan komitmen HIPMI PBD untuk menjalankan amanah organisasi dan siap bersinergi dengan pemerintah daerah guna mewujudkan perekonomian PBD yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

ZAN