Shalat Id di Timika Berjalan Khidmat, Pesan Bupati Rettob: Perkuat Keberagaman

IMG 20260321 WA0017

Koreri.com, Timika – Pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (21/3/2026) berlangsung khidmat meski sempat diguyur hujan ringan sejak pagi hari.

Sejak pukul 06.30 WIT, suasana di lokasi sempat terlihat lengang akibat hujan yang merata di sejumlah wilayah, seperti Distrik Mimika Baru, Wania, hingga Kuala Kencana.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat umat Muslim untuk menunaikan ibadah Salat Ied.

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika melalui pengeras suara memastikan shalat tetap dilaksanakan di lokasi. Jamaah pun mulai berdatangan dengan membawa payung, karpet, hingga kantong plastik untuk melindungi sajadah dari genangan air.

IMG 20260321 WA0018Shalat Idulfitri akhirnya dimulai sekitar pukul 07.30 WIT setelah hujan mereda dan cuaca berangsur cerah.

Bertindak sebagai imam adalah H. Muslimin Umar, S.Ag., M.Pd., sementara khutbah disampaikan oleh Ustaz Abdul Syakir, S.Pd.I.

Ketua PHBI Mimika, Ustaz Joko Prianto, mengajak jamaah untuk tetap bersyukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah meski sempat mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca dan kendala teknis.

“Momentum hari ini bukan hanya ibadah, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi dan mensyukuri hari kemenangan setelah sebulan berpuasa,” ujarnya.

Dalam khutbahnya, Ustaz Abdul Syakir menegaskan bahwa Idulfitri merupakan cerminan keberhasilan spiritual umat Islam setelah menjalani Ramadan.

Ia menekankan pentingnya perubahan sikap yang lebih baik, terutama dalam meningkatkan empati dan kepedulian sosial.

“Ramadan seharusnya melahirkan pribadi yang lebih sabar, peduli, dan lembut hati, terutama kepada mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang turut hadir dalam pelaksanaan shalat, menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.

Menurutnya, hari kemenangan tidak hanya dimaknai sebagai berakhirnya ibadah puasa, tetapi juga sebagai keberhasilan dalam mengendalikan diri serta meningkatkan kualitas keimanan dan hubungan sosial.

“Idulfitri adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai toleransi dan kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis di Mimika.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen mendukung kehidupan keagamaan yang rukun dan kondusif, sejalan dengan pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pembinaan moral dan spiritual masyarakat.

Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada PHBI Mimika dan seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

TIM