Koreri.com, Ambon – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku Sam Latuconsina, menegaskan komitmen mendorong penggunaan material lokal dalam setiap proyek nasional yang masuk ke provinsi ini.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat penutupan Pelantikan dan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Maluku yang berlangsung di lantai 7 Kantor Gubernur setempat, Senin (27/4/2026).
Menurut Sam, pemanfaatan material lokal menjadi langkah penting agar nilai ekonomi dari berbagai proyek pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
“Semua proyek nasional yang masuk ke Maluku harus menggunakan material lokal selama tersedia. Ini penting agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah,” tegasnya.
Pengusaha Lokal Harus Naik Kelas
Ia menilai, selama ini pengusaha lokal masih sering berada di posisi pinggiran dalam proyek-proyek besar. Karena itu, KADIN Maluku akan mendorong agar pelaku usaha daerah dapat mengambil peran lebih strategis.
“Kita ingin pengusaha lokal menjadi integrator, bukan hanya subkontraktor. Mereka harus naik kelas dan mampu bersaing,” ujarnya.
Sam juga mengungkapkan adanya peluang proyek besar bernilai miliaran dolar yang berpotensi masuk ke Maluku. Ia menegaskan bahwa kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha lokal.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia, kualitas kerja, serta kolaborasi antar pengusaha menjadi kunci agar peluang tersebut tidak didominasi pihak luar.
Untuk itu, KADIN Maluku akan mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya, mendorong kolaborasi antar pelaku usaha lokal, meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM, membuka akses kemitraan dengan perusahaan besar dan mengintegrasikan pengusaha lokal dalam proyek nasional.
Kegiatan Rapimprov ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
Dengan arah kebijakan yang jelas, KADIN Maluku diharapkan mampu menghadirkan program nyata yang berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi.
Dengan strategi tersebut, pelaku usaha lokal diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pemain utama dalam pembangunan ekonomi Maluku ke depan.
JFL



















