Koreri.com, Ambon – Ketua DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia sekaligus Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar, Steven Izaac Risakotta, menyoroti meningkatnya ancaman peredaran narkoba di ruang digital yang dinilai semakin masif dan sulit dikendalikan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi masyarakat, namun di sisi lain juga membuka celah baru bagi kejahatan modern, termasuk jaringan peredaran narkotika melalui platform digital dan media sosial.
“Perkembangan teknologi tidak hanya membawa manfaat, tapi juga membuka celah bagi kejahatan baru, termasuk peredaran narkoba melalui platform digital,” ujar Steven kepada media ini di Ambon, Kamis (7/5/2026).
Ia menilai, sindikat narkoba kini semakin adaptif memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menyasar generasi muda melalui ruang digital yang sulit diawasi dengan metode konvensional.
Karena itu, pendekatan penanganan harus berubah mengikuti perkembangan zaman.
“Saya menilai pendekatan penanganan tidak cukup hanya dengan penindakan, tapi juga harus diimbangi dengan edukasi yang masif agar masyarakat, khususnya generasi muda, lebih waspada dan tidak mudah terjebak,” katanya.
Steven menegaskan bahwa perang melawan narkoba di era digital tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum.
Dibutuhkan kolaborasi besar antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas untuk membangun ketahanan sosial di ruang digital.
“Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci untuk memutus rantai peredaran narkoba di ruang digital,” tegasnya.
Menurut Steven, ruang digital saat ini berada pada dua sisi yang berbeda: dapat menjadi ancaman serius jika disalahgunakan, namun juga bisa menjadi benteng perlindungan bangsa apabila dimanfaatkan untuk edukasi, pengawasan, dan penguatan literasi digital.
“Kalau kita lengah, ruang digital bisa jadi ancaman. Tapi kalau kita siap, justru bisa jadi benteng perlindungan bangsa,” pungkas Steven.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba kini tidak lagi hanya hadir di ruang fisik, tetapi juga telah masuk ke ruang digital yang setiap hari diakses generasi muda Indonesia.
Karena itu, penguatan literasi digital dinilai menjadi langkah strategis untuk mencegah lahirnya korban baru di era teknologi modern.
RLS




























