Koreri.com, Jayapura – Guna memastikan keandalan pasokan energi listrik di Papua, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menggelar aksi pemeliharaan serentak yang bertajuk “Gerebek Penyulang”.
Langkah proaktif yang menyasar 9 unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) se-Tanah Papua ini bertujuan untuk membersihkan jaringan dari potensi gangguan serta melakukan perbaikan komponen secara preventif, Rabu (20/5/2026).
Untuk memastikan kesuksesan kegiatan ini, PLN mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan 767 personel gabungan serta 5 tim pasukan dalam keadaan bertegangan (PDKB).
Personel yang terdiri dari petugas Pelayanan Teknik (Yantek), tim pemeliharaan khusus, dan pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tersebut didukung oleh mobilitas 86 armada operasional serta 31 unit mobil crane.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan bahwa kondisi geografis Papua yang didominasi pegunungan dan hutan tropis memberikan tantangan tersendiri bagi pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur jaringan kelistrikan.

“Kami melakukan sapu bersih terhadap segala potensi gangguan. Pengerahan pasukan secara masif ini merupakan bentuk mitigasi antisipatif PLN untuk menghadirkan kualitas layanan kelistrikan terbaik bagi seluruh masyarakat di Tanah Papua,” ujar Roberth.
Ia menambahkan bahwa hal ini juga menjadi bentuk komitmen dan mitigasi proaktif PLN dalam perayaan hari besar keagamaan dengan nyaman.
PLN berharap seluruh rangkaian ibadah momen Iduladha 1447 hijriah yang akan dilaksanakan pada akhir Bulan Mei 2026 dapat berlangsung lancar dengan pasokan listrik yang andal dan tanpa kedip.
“Tentunya kegiatan ini juga tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan berbagai pihak. PLN mengucapkan terima kasih banyak atas peran tokoh adat di berbagai wilayah yang telah membantu mengedukasi warga agar merelakan pohonnya ditebang demi keamanan pasokan listrik bersama,” ujar Roberth.

Selain itu, para personel juga menuntaskan peremajaan material dan perbaikan konstruksi dengan memperbaiki Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) di 454 titik, membenahi konstruksi gardu di 91 titik, serta memasang proteksi petir pada 18 titik lokasi tersebar.
“PLN kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk tidak menanam pohon keras tepat di bawah jaringan listrik dan tidak bermain layang-layang di dekat kabel PLN. Bagi masyarakat yang menemukan potensi bahaya kelistrikan, laporan dapat langsung disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile atau datang ke kantor PLN terdekat,” pungkas Roberth.
RLS
























