Koreri.com, Sorong – Blue Abadi Fund (BAF) menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Program dan Keuangan bagi mitra penerima Hibah Inovasi Siklus 6 yang berasal dari wilayah Papua Barat Daya (PBD).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 10 organisasi mitra baru yang akan melaksanakan berbagai inisiatif konservasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Bentang Laut Kepala Burung (BLKB).
Pada momen ini juga, BAF bersama dengan Gubernur Elisa Kambu, sekaligus anggota Governance Committee BAF menyerahkan secara simbolis Hibah Inovasi Siklus 6 kepada 10 perwakilan mitra OMS yang lolos dalam seleksi proposal program konservasi di BPKB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAF untuk memastikan setiap organisasi penerima hibah memiliki kapasitas yang memadai dalam mengelola program dan keuangan secara akuntabel, transparan, serta sesuai dengan standar tata kelola yang baik.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, seluruh program yang didukung melalui Hibah Inovasi Siklus 6 diharapkan dapat berjalan secara efektif dan menghasilkan dampak nyata bagi pelestarian ekosistem laut serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir.
Pemerintah Provinsi PBD akan terus mendukung kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan kawasan konservasi laut di wilayah BLKB.
Gubernur Elisa Kambu menyampaikan apresiasinya terhadap upaya BAF dalam memperkuat kapasitas organisasi-organisasi lokal yang berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya alam dan konservasi laut.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendukung penuh berbagai inisiatif yang memperkuat kapasitas masyarakat dan organisasi lokal dalam menjaga sumber daya alam secara berkelanjutan. Pelatihan seperti ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa program-program konservasi yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan akan menjadi kunci keberhasilan konservasi di Bentang Laut Kepala Burung.”ujarnya.
Ia menegaskan keberlanjutan pengelolaan kawasan laut dan pesisir membutuhkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Gubernur juga menyampaikan selamat kepada 10 mitra yang berhasil terpilih dalam skema Hibah Inovasi Siklus 6 BAF dan berharap para penerima hibah bisa lebih serius dalam menjalankan programnya masing-masing.
Wakil Direktur Program Yayasan KEHATI selaku Administrator BAF, Gita Gemilang, menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah program konservasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas ide dan pelaksanaan kegiatan di lapangan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam mengelola program dan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
“Blue Abadi Fund tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga berkomitmen untuk memperkuat kapasitas para mitra agar mampu mengelola program secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Kami berharap seluruh penerima hibah Siklus 6 dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun fondasi organisasi yang kuat, sehingga dampak konservasi yang dihasilkan dapat dirasakan secara lebih luas dan berjangka panjang di Bentang Laut Kepala Burung.”jelasnya.
Menurut Gita, penguatan kapasitas merupakan investasi penting yang akan membantu mitra meningkatkan kualitas implementasi program, akuntabilitas pelaporan, serta kemampuan membangun kemitraan dan keberlanjutan program di masa mendatang.
Mewakili peserta pelatihan, Ketua Yayasan Unggul Sinergi Biak Abadi (USBA) Charles menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan bekal yang sangat penting bagi organisasi penerima hibah dalam menjalankan program secara lebih terencana dan bertanggung jawab.
“Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan program, administrasi hibah, pelaporan, hingga tata kelola keuangan yang akuntabel. Pengetahuan ini sangat membantu kami untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat dan mendukung upaya konservasi di wilayah kerja kami. Kami juga bersyukur hari ini bisa mendapat dukungan langsung dari Bapak Gubernur yang menyampaikan secara simbolis bantuan Hibah dari BAF ini kepada kami semua, semoga ini juga bisa terus mendorong semangat kami dalam menjalankan program.”kata Charles.
Menurut Charles, peningkatan kapasitas yang diberikan oleh BAF menjadi modal penting bagi organisasi penerima hibah untuk memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Sebagai salah satu mekanisme pendanaan berkelanjutan untuk konservasi laut di Bentang Laut Kepala Burung, BAF terus mendorong lahirnya berbagai inovasi dan inisiatif yang dipimpin oleh masyarakat, organisasi lokal, kelompok masyarakat adat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui penguatan kapasitas penerima Hibah Inovasi Siklus 6 di PBD, BAF berharap seluruh mitra dapat mengimplementasikan program secara efektif, memperkuat tata kelola organisasi, dan menghasilkan dampak konservasi yang berkelanjutan bagi ekosistem laut serta masyarakat pesisir di BLKB
Dengan kapasitas yang semakin kuat, para mitra diharapkan tidak hanya mampu menjalankan program yang didukung saat ini, tetapi juga menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi dan memperluas praktik-praktik pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di Papua dan Indonesia.
Setiap informasi terkait program dan Kerjasama mitra Blue Abadi Fund dapat dilihat melalui website resmi di www.blueabadifund.org.
RLS
























