Koreri.com, Sorong – Suasana penuh kebanggaan menyelimuti Hotel Waigo, Kota Sorong, Minggu (26/7/2026) saat 35 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tingkat Provinsi Papua Barat Daya perwakilan Kabupaten/Kota resmi memasuki masa karantina.
Momentum sakral yang dikenal dengan istilah “tantingan” ini menjadi penanda penyerahan putra-putri terbaik daerah dari orang tua kepada pemerintah untuk dibina menjadi Paskibra.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) PBD Drs. George Japsenang, M.Si secara resmi menerima para Capaska, yang telah melalui proses seleksi ketat dari 6 wilayah masing-masing Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw, Raja Ampat dan Kota Sorong di halaman hotel Waigo, Minggu sore.
35 Capaska masuk penampungan ditandai dengan pengguntingan pita masuk desa bahagia (tempat penampungan, red) yang dilakukan oleh Kepala Badan Kesbangpol PBD.
Dalam sambutannya, George Japsenang menegaskan bahwa ke-35 peserta bukan sekadar pelajar terpilih, melainkan simbol harapan daerah.
“Kalian membawa nama orang tua, nama daerah, dan nama Provinsi Papua Barat Daya. Tugas yang akan kalian emban sangat mulia,” tegasnya.
Puluhan Capaska ini dipersiapkan untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, di Lapangan Sorong Modern City.
Bendera yang akan mereka kibarkan, bukan hanya selembar kain, melainkan simbol kedaulatan, persatuan, dan pengorbanan para pahlawan.
Para capaska ini akan mengikuti pembinaan mulai dari latihan fisik, mental, kedisiplinan hingga wawasan kebangsaan selama 28 hari ke depan. Proses ini diakui tidak mudah, namun menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Mungkin akan ada lelah, bahkan air mata. Tapi dari proses itulah lahir kebanggaan. Besi ditempa menjadi baja, Paskibraka ditempa menjadi kebanggaan bangsa,” pesan Kaban Kesbangpol.
DIungkapnnya bahwa momen ini juga menjadi titik emosional bagi para orang tua yang harus merelakan anak-anak mereka menjalani karantina tanpa komunikasi intensif. Pemerintah pun meminta dukungan penuh agar para Capaska dapat fokus menjalani pembinaan dan membangun kemandirian.
“Kami akan menjaga mereka dengan penuh tanggung jawab, dengan cinta dan disiplin. Doa restu dari orang tua menjadi kekuatan bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Japsenang juga menyampaikan pesan khusus kepada tim pelatih dan panitia agar membina para Capaska dengan tegas namun penuh kasih, sehingga tidak hanya terampil dalam baris-berbaris, tetapi juga tumbuh sebagai generasi berkarakter, berakhlak, dan cinta tanah air.
Dengan resmi diterimanya 35 Capaska tersebut, harapan besar kini disematkan di pundak generasi muda PBD. Mereka bukan hanya calon pengibar bendera, tetapi juga representasi Generasi Emas yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
KENN


























