Bundaran Pohon Jomblo Disiapkan Jadi Landmark Baru Kota Timika

Dinas PUPR Mimika Bundaran Pohon Jomblo
Seminar Pendahuluan Perencanaan Bundaran Pohon Jomblo yang digelar Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Selasa (1/9/2026) / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, mulai mematangkan penataan Bundaran Pohon Jomblo sebagai simpul transportasi sekaligus ruang publik yang diproyeksikan menjadi landmark baru Kota Timika.

Rencana tersebut dibahas dalam Seminar Pendahuluan Perencanaan Bundaran Pohon Jomblo yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika bertempat di Hotel Cenderawasih 66 Timika, Papua Tengah, Selasa (1/9/2026).

Seminar menghadirkan narasumber dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dalam proyek tersebut, CV Antera telah menandatangani kontrak untuk melakukan perencanaan pembangunan Bundaran Pohon Jomblo selama 3 bulan terhitung sejak Juli hingga September 2026. Sedangkan untuk proses pengerjaannya, akan dilaksanakan pada 2027 mendatang.

Bupati Johannes Rettob melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Yohana Paliling, mengatakan penataan bundaran menjadi kebutuhan seiring pesatnya transformasi kawasan perkotaan, meningkatnya aktivitas masyarakat, serta pertumbuhan volume kendaraan.

“Kabupaten Mimika terus mengalami transformasi urban yang signifikan seiring dengan perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Tengah,” kata Yohana saat membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik krusial membutuhkan penataan ruang yang tidak hanya memenuhi aspek teknis lalu lintas, tetapi juga memiliki nilai estetika dan karakter perkotaan.

Bundaran Pohon Jomblo, kata Bupati, memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat Mimika. Karena itu, kawasan tersebut perlu ditata dengan pendekatan perencanaan modern tanpa menghilangkan karakter lokalnya.

“Secara historis dan sosial, kawasan Bundaran Pohon Jomblo telah menjadi ikon lokal, namun memerlukan sentuhan perencanaan modern guna mendukung kelancaran mobilitas wilayah,” ujarnya.

Dari sisi transportasi, kondisi eksisting kawasan tersebut dinilai membutuhkan standardisasi infrastruktur jalan untuk meminimalkan potensi konflik lalu lintas di persimpangan.

Penataan bundaran diharapkan mampu menjadi simpul transportasi yang mengurai kepadatan sekaligus mengarahkan pergerakan kendaraan secara lebih aman, tertib dan efisien.

Namun, Pemkab Mimika memastikan pembangunan Bundaran Pohon Jomblo tidak semata-mata berorientasi pada fungsi jalan.

Konsep perencanaan juga mencakup pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) yang ramah publik, memiliki nilai estetika, sekaligus memperkuat karakter kawasan sebagai salah satu wajah Kota Timika.

“Perencanaan ini bukan sekadar pembangunan fisik jalan, melainkan upaya strategis untuk menciptakan sistem navigasi kota yang lebih aman dan efisien bagi seluruh pengguna jalan di Kabupaten Mimika,” sambung Bupati.

Menurutnya, penataan Bundaran Pohon Jomblo merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mempercantik wajah kota, mengurai kepadatan lalu lintas, sekaligus menghadirkan ruang publik yang indah, berkelanjutan dan memiliki daya tarik historis.

Pengembangan RTH juga diarahkan untuk memperkuat fungsi ekologis kota, terutama sebagai area resapan air dan ruang hijau di tengah pertumbuhan permukiman, kawasan komersial serta aktivitas ekonomi di Mimika.

Bupati mengakui ketersediaan taman publik yang representatif masih terbatas dibandingkan dengan laju perkembangan kawasan perkotaan. Karena itu, penataan ruang terbuka hijau perlu dilakukan secara terencana dan komprehensif.

Secara khusus, Bundaran Pohon Jomblo diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pengatur lalu lintas, tetapi juga menjadi ruang interaksi publik yang sehat dan ramah lingkungan.

Kawasan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat estetika kota, menjaga fungsi ekologis, serta menjadi salah satu identitas baru Kabupaten Mimika.

“Bundaran Pohon Jomblo diharapkan tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga ruang publik dan ikon baru Kabupaten Mimika,” imbuhnya.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyusunan perencanaan, mulai dari unsur pemerintah daerah, konsultan perencana hingga masyarakat.

Ia berharap seminar pendahuluan tersebut menjadi pijakan untuk menghasilkan desain pembangunan Bundaran Pohon Jomblo yang matang, fungsional, estetis, serta mampu menjawab kebutuhan perkembangan Kota Timika ke depan.

EHO