Koreri.com, Jayapura – Pangdam XVII/Cenderawasih, Ignatius Yogo Triyono, mengatakan secara umum angka pelanggaran disiplin maupun pelanggaran hukum menurun namun ada beberapa aspek seperti penyalahgunaan media sosial (Medsos) oleh prajurit TNI meningkat sehingga menjadi sasaran operasi gaktib dan yustisi tahun anggaran 2021.
“Ada beberapa kasus angkanya, banyak juga yang turun pasti dengan operasi penegakkan ketertiban (gaktib) dan yustisi ini akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik,”kata Pangdam Ignatius Yogo Triyono kepada wartawan usai pimpin upacara Operasi Gaktib dan Yustisi TA. 2021 dilapangan Frans Kaisepo, Makodam XVII/Cenderawasih, Kamis (25/2/2021).
Dikatakan, kalaupun ada peningkatan angka pelanggaran itu kasuistis tidak semua aspek tapi secara umum menurun angka pelanggaran disiplin maupun pelanggaran hukum. “Tapi di beberapa aspek seperti penggunaan medsos ada peningkatan sehingga itu menjadi titik kuat untuk dilakukan operasi oleh POM TNI,” tegas Pangdam.
Menurutnya, tujuan operasi Gaktib dan Yustisi untuk menegakkan disiplin kepada prajurit, PNS dan personil TNI sehingga semua aspek baik itu pelanggaran hukum maupun disiplin militer semakin disiplin.
“Intinya adalah memang operasi ini untuk penegakkan disiplin sehingga mengurangi angka pelanggaran baik itu pelanggaran disiplin maupun pelanggaran hukum bagi prajurit TNI,” kata Jenderal Yogo Triyono.
“Sasaran operasi gaktib dan yustisi itu semua personil TNI di semua satuan kita lakukan operasi gakti termasuk kita pendisiplinan terhadap masalah covid -19,” sambungnya.
Selain itu, kata Pangdam, oknum prajurit TNI yang melakukan pelanggaran ikut terlibat jual beli senjata dan amunisi kepada KKSB ditindak tegas sesuai Undang – undang yang berlaku.
“Tindakan tegas itu pasti dipecat dari satuan TNI, kalau sudah terlibat jual beli senjata dan amunisi itu sudah pasti di penjara dan hukuman tambahan dipecat,” tegas Pangdam.
Pangdam mengaku sudah memerintahkan setiap komandan satuan yang memiliki senjata dan alutsista berupa senjata adan amunisi untuk selalu mengecek dan mengecek jumlah amunisi dan senjata sehingga keamanan bisa di jamin.
“Saya selaku Pangdam sudah perintahkan kepada seluruh komandan satuan untuk mengecek lagi amunisi dan senjata di gudang itu selalu kita cek dan bila ada pelanggaran, memang beberapa hari terakhir ini ada oknum TNI maupun Polisi terlibat dalam penjualan senjata maupun amunisi itu akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku tidak ada ampun,” tegasnya.
SEO
























