Asmamta Papua: Semua Kandidat Ketua DPD KNPI Kota Jayapura Harus Diakomodir

WhatsApp Image 2022 03 24 at 13.01.31
Ketum Asmamta Provinsi Papua, Ayub Wamiau / Foto: ist

Koreri.com, Jayapura – Asosiasi Mahasiswa Mamberamo Tabi (Asmamta) Provinsi Papua meminta agar hasil Rapimpurda penyatuan DPD KNPI Kota Jayapura pada tanggal 21 Maret 2022 harus dikaji kembali dan semua kandidat yang akan maju Ketua DPD KNPI Kota Jayapura diakomodir.

Ketua Umum Asmamta Provinsi Papua, Ayub Wamiau, mengatakan menyikapi dinamika yang sedang terjadi di dalam KNPI Kota Jayapura telah melaksanakan Rapimpurda dengan materi-materi yang sudah ditetapkan tidak sepenuhnya mengakomodir figur atau kandidat yang akan maju dalam percalonan ketua DPD KNPI Kota Jayapura pada musda nanti.

“Jadi, mengacu pada kriteria pembatasan usia itu sebenarnya tidak menjadi substansi dalam persyaratan calon dan bukan materi Rapimpurda yang sudah dilaksanakan tanggal 21 Maret kemarin,” kata Ayub Wamiau kepada wartawan di Kota Jayapura, Rabu (23/3/2022).

Menurutnya, panitia dan SC musda penyatuan DPD KNPI Kota Jayapura tahun 2022 sebaiknya mengakomodir dan melegalkan semua kriteria persayaratan calon, apalagi para kandidat yang maju pencalonan ketua DPD KNPI Kota Jayapura semua anak asli port numbay, jangan membedakan.

“Artinya dalam mekanisme tersebut kita harus pahami bahwa materi rapimpurda hanya membahas tempat, tema, waktu pelaksanaan musda. Itu materi baku rapimpurda bukan bahas masalah kriteria dan syarat pencalonan ketua KNPI,” tegas Ayub.

Mantan Ketua Asosiasi Mahasiwa Port Numbay ini menyayangkan hasil Rapimpurda DPD KNPI Kota Jayapura yang sudah disetting dan terfokus pada pembatasan usia calon ketua atau materi lain yang memberatkan para kandidat yang akan maju Ketua DPD KNPI Kota Jayapura.

“Kita DPD KNPI Kota Jayapura telah mengalami kevacuman yang sangat lama hampir 10 tahun sehingga sekarang ini momen penyatuan yang terbaik untuk kita mampu mendistribusikan pemimpin masa depan Kota Jayapura,” ujarnya.

“Jadi, sekali lagi, hal – hal menyangkut usia calon kandidat ketua itu bukan substansial yang kita bicarakan dalam rapimpurda,” sambung Ayub.

Seharusnya, kata Ayub, pemuda yang terlibat dalam OKP harus melihat ini secara jeli bahwa semua kriteria merupakan sebuah substansi sebab materi rapimpurda itu jelas secara materi dan mekanisme sudah salah.

“Materi-materi yang telah disahkan dalam rapimpurda harus di kaji ulang karena itu bukan materi musda bukan materi rapimpurda, kemudian proses tahapan tetap berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

Sekali lagi, Ayub menegaskan, bahwa semua figur yang maju ketua KNPI Kota Jayapura merupkan anak asli Port Numbay sehingga harus diakomodir masuk dalam pencalonan musda karena akan menjawab kebutuhan pengkaderan yang akan memimpin Kota Jayapura kedepan.

“Saya apresiasi semua figur yang akan maju bertarung dalam musda ke-VI DPD KNPI Kota Jayapura tahun 2022 itu bukti bahwa kita mempunyai pengkaderan kepemimpinan yang cukup untuk melanjutkan tongkat estafet di kepemimpinan akan datang,” tegas Ayub.

Secara pribadi dan organisasi, Ayub mengapresiasi Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano, yang menginsiasi adanya penyatuan KNPI di Kota Jayapura terlepas dari dinamika yang terjadi di DPD KNPI Provinsi Papua.

“Itu hal yang baik dan seluruh pemuda di Kota Jayapura harus mengacungi jempol kepada Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano, karena satu-satunya kepala daerah di tanah tabi yang mampu menyatukan seluruh pemuda di Kota Jayapura,” kata Ayub.

SEO