Koreri.com,Manokwari– Panitia lokal dan nasional kembali menggelar pertemuan terbatas dalam rangka pembahasan terkait persiapan menjelang pelaksanaan Side Event Women 20 pekan depan.
Rapat terbatas dihadiri Ketua Komite W20, Tantri Dyah Kirana Dewi didampingi Lisye sebagai Ketua Logistik dan Dra. Yuliarti R selaku Ketua Substansi W20 yang juga panitia nasional bertempat di ruang multimedia L.3 Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Kamis (2/6/2022).
Dalam penjelasannya, Tantri Kirana Dewi mengungkapkan sejumlah informasi terkini rencana kunjungan sejumlah delegasi ke Provinsi Papua Barat.
Dari beberapa undangan yang telah tersebar, pihaknya masih menunggu konfirmasi. Sebaliknya, ada juga konfirmasi yang telah diterima panitia diantaranya terkait pembatalan kunjungan.
Awalnya, ungkap Tantri Kirana, panitia sejak sebulan lalu telah dikabarkan oleh 5 hingga 8 kedutaan besar yang menyatakan kesediaannya hadir. Namun belakangan ada yang melakukan pembatalan tanpa alasan.
“Sampai dengan hari ini undangan itu masih terus kami tunggu konfirmasi selanjutnya. Tadinya sudah ada informasi beberapa duta besar akan hadir ternyata mereka membatalkan, termasuk Kedutaan Australia. Tapi dari Kementerian Luar Negeri sendiri menyatakan bahwa situasi dan kondisi saat ini dengan adanya perang Rusia dan Ukraina menjadi salah satu penyebab Kedubes belum bisa ke daerah-daerah,” jelas Ketua Komite W20, Tantri Dyah Kirana Dewi dalam rapat.
Selanjutnya kepastian untuk VVIP, masih menunggu kesediaan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Begitu pula tamu lain yang hadir, ada Ketua KOWANI disamping para narasumber untuk meeting.
Diperkirakan, sekitar 50 orang dari pusat termasuk kepanitiaan W20 akan datang ke Papua Barat.
“Kami masih menunggu kesediaan Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang akan hadir. Tetapi yang sudah dipastikan dari Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kami tetap optimis untuk kehadiran mereka semua,” tandasnya.
Tantri memastikan seiring berjalannya waktu, setiap perkembangan terbaru akan tetap disampaikan pihaknya dalam rangka menyesuaikan persiapan yang telah ada.
“Kami akan tetap mengupgrade progress informasi selanjutnya,” pungkasnya.
RLS

















