Koreri.com,Manokwari– Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR-PB) menggelar aksi demo damai menolak keputusan Presiden Jokowi soal kenaikan Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Koordinator lapangan aksi demo Suryanto Manuama dalam orasinya menilai bahwa keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM sangat menyengsarakan rakyat, apalagi saat ini sedang berusaha bangkit dari keterpurukan paska COVID-19.
“Aksi kami hari ini hanya satu tuntutan yakni turunkan kembali harga BBM, agar tidak menyengsarakan rakyat, kita sedang berusaha untuk bangkit karena serangan COVID-19 justru dihadapkan dengan kenaikan BBM,” kata Manuama
10 poin tuntutan tertulis juga disampaikan mahasiswa diantaranya dampak dari kenaikan BBM akan memicu kenaikan pada harga barang, dan menurunkan daya beli masyarakat.
Menurutnya, iming-iming Bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan pemerintah bukan merupakan solusi.
“Dengan kenaikan BBM akan memicu semuanya seperti kenaikan harga barang dan kenaikan harga angkutan umum yang justru membuat rakyat lebih sengsara,” kata dia lagi.
Usai menyampaikan aspirasinya, mahasiswa menandatangani pernyataan dan tuntutan yang selanjutnya diserahkan kepada DPR-PB sebagai wakil rakyat di daerah.
Aksi demo mahasiswa STKIP Muhammadiyah Manokwari itu diterima empat anggota DPR Papua Barat yakni H.Mugiono,S.Hut, Albertina Mansim, S.H, Musa Dowansiba,S.Sos dan Mathius Menteng,S.T
Anggota DPR Papua Barat H. Mugiono,S.Hut menerima tuntutan tertulis mahasiswa untuk kemudian ditindak lanjuti kepada pimpinan dan diteruskan ke pusat.
“Mewakili lembaga DPR Papua Barat, menyampaikan Terima kasih karena penyampaian dari mahasiswa yang mewakili masyarakat, untuk menolak kenaikan harga BBM. kami bukan lembaga yang menentukan, tapi kami akan sampaikan suara rakyat,” jelas dia kepada mahasiswa.
KENN






























