Koreri.com, Manokwari– Ketua komisi nasional hak azasi manusia (Komnas HAM) Papua Barat Frits Ramandey bertemu dengan Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T.
Pertemuan Ketua Komnas HAM Papua dengan Bupati Teluk Bintuni berlangsung di Aston Niu Manokwari, Kamis (9/10/2022) itu membahas dan mencari akar permasalahan serta solusi tentang kasus pembantaian warga sipil oleh TPN-OPM di Kampung Majnik dan Meyerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (29/9/2022) lalu.
Ketua Komnas HAM Frits Ramandey mengatakan, menyelesaikan kekerasan yang dilakukan kelompok-kelompok sipil beesenjata tak perlu dilakukan oleh TNI atau Polri melainkan otoritas sipil harus dikedepankan.
Otoritas sipil yang dimaksud ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey yaitu bupati bersama jajaran pemerintahan dibawahnya
“Kami akan minta bupati harus paling depan untuk menyelesaikan kasus ini, dan bupati sudah komitmen, kami berharap dalam waktu kedepan bupati bisa menyelesaikan karena sudah menyanggupinya,” ujar Frits.
Salah satu hasil dari pertemuan dengan Bupati Teluk Bintuni yaitu terkait dengan investigasi untuk mengungkap motivasi dibalik pembantaian tersebut.
“Hasil pertemuan dengan bupati ada yang belum tuntas terkait dengan kontraktor, tentang proyek ini apakah sudah ada komunikasi atau belum, kita harap seluruh aktifitas yang masuk spot-spot rawan harus ada koordinasi terlebih dahulu,” katanya.
Menurutnya tidak semua pendekatan keamanan harus melalui TNI Polri, tokoh adat pun perlu dilibatkan. “Kita juga sudah mendapat keterangan dari bupati bagaimana pemda mengambil peran cepat strategis dalam mengambil korban, Komnas akan membuat laporan akan dikirim ke Menkopolhukam, Mendagri dan Polri,” ujarnya.
Berkaitan dengan aktifitas proyek di wilayah Meyerga sebagai faktor pemicu kejadian itu sudah dijelaskan karena itu ranah proyek pemerintah provinsi.
Sedangkan Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T mengatakan, pasca kejadian ini Komnas HAM memberikan masukan agar pihaknya mengambil inisiasi mendinginkan suasana mengajak kelompok ini untuk duduk bersama mencari solusi agar terjadinya kedamaian.
Namun karena ini berkaitan dengan wilayah Maybrat, Kasihiw mengatakan, akan berkoordinasi dengan Bupati Maybrat untuk mencari solusi agar sepaham untuk mengajak masyarakat duduk bersama.
“Kalau usaha bersama belum tercapai Bintuni akan segera kumpulkan tokoh masyarakat LMA tertentu dan tokoh gereja mengajak bersama bicara dari hati ke hati supaya peristiwa ini tidak dilakukan lagi,” ujar Kasihiw.
Direncanakan minggu depan paling lambat sudah dilakukan pertemuan dengan forkopimda dan elemen masyarakat.
KENN
























