Kasus Lukas Enembe Lanjut Atau Tidak Tunggu Keputusan KPK

WhatsApp Image 2022 11 03 at 22.50.59999876
Ketua tim kuasa hukm Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, memberikan keterangan pers di swisbell hotel, Kota Jayapura, Papua, Kamis (3/11/2022) / Foto: EHO

Koreri.com, Jayapura – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia telah melakukan pemeriksaan tersangka Gubernur Lukas Enembe selama 1 jam setengah di kediaman pribadi, Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Kamis (3/11/2022) siang.

Ketua tim kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, mengatakan proses penyelidikan dan penyidik oleh tim KPK tidak bisa dilanjutkan karena klienya gubernur Lukas Enembe masih dalam keadaan sakit.

“Jadi, proses penyelidkan dan penyidikan tidak bisa dilanjutkan sehingga tim dokter KPK dipimpin dokter Yohanins periksa secara detail kondisi kesehatan pak lukas, mereka tensi, cek tekanan darah dan mereka wawancara langsung, mereka juga melihat pak lukas dalam keadaan sakit,” kata Aloysius Renwarin kepada wartawan di swisbell hotel, Kota Jayapura, Kamis malam.

Kesimpulannya, kata Aloysius, akan diputuskan oleh KPK tentang kasus gratifikasi Lukas Enembe karena kliennya dalam keadaan sakit dan tidak bisa dilakukan  penyelidikan dan penyidikan oleh penyidik KPK sehingga dihentikan karena dalam keadaan sakit.

“Sama pula pihak medis setelah memeriksa tensi darah, tekanan darah, suhu badan ternyata pak Lukas Enembe masih dalam keadaa tidak stabil. Sehingga mereka rekomendasi kepada KPK untuk memutuskan kasus pak Lukas ini kedepan seperti apa,” ujarnya.

Gubernur Lukas Enembe dan keluarga mengucapkan terima kasih yang besar kepada publik papua bahwa benar-benar KPK datang pada hari ini.

“Terima kasih tim KPK yang dipimpin langsung Ketua KPK Firli Bahuri. Karena dalam pernyataan Ketua KPK bahwa dia diperintahkan presiden Jokowi untuk datang melihat langsung  kondisi Gubernur Lukas Enembe di Koya Tengah,” katanya.

Selama 2 jam di Koya Tengah. Satu jam setengah memeriksa baik BAP maupun pemeriksaan kesehatan, semua berjalan dengan lancar disambut semua masyarakat baik didalam rumah maupun masyarakat Papua yang sudah 4 bulan jaga pak Lukas Enembe di Koya Tengah.

“Pak Gubernur mengucapkan terima kasih dan doa kepada semua pihak termasuk para jurnalis yang selama mendampingi kami melakukan advokasi bersama,” jelasnya.

Menurutnya, dokter IDI dijadwalkan akan datang memeriksa kesehatan Lukas Enembe karena akan lebih bebas. “Kami percaya IDI mandiri akan melakukan pemeriksaan terhadap pak Lukas,” kata Aloysius Renwarin.

“Tim dokter IDI secara independen bebas melakukan pemeriksaan dan akan berkoordinasi dengan Gubernur Lukas Enembe untuk mereka datang ke Jayapura di Kediaman Koya Tengah,” sambungnya.

Gubernur Lukas Enembe mengucapkan terima kasih juga kepada Ketua KPK RI, Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kabinda Papua.

“Pak Gubernur sudah siap membuka diri untuk KPK melihat kondisi pak Gubernur Lukas Enembe yang seadanya. Mereka sendiri lihat pak Gubernur dalam keadaan sakit tadi sehingga ditunda pemeriksaan dan tim dokter langsung turun tangan,” kata Alo.

“Tadi pak Lukas Enembe berkomunikasi langsung dengan Ketua KPK RI, Firil Bahuri bahwa sudah 4 kali stroke dan kondisi sangat lemah, suara agak hilang-hilang dan dokter pribad Lukas Enembe dipimpin dokter anton mote menyerahkan semua laporan pemeriksaan secara lengkap diserahkan kepada tim dokter KPK dan mereka terima itu juga,” pungkansya.

EHO