Koreri.com (22/10) – Stasiun Ruang Angkasa Cina sedang jatuh ke bumi dan diperkirakan bobot beberapa komponennya mencapai 100 kilogram.
Seperti diketahui, setahun yang lalu Cina melaporkan bahwa mereka telah kehilangan kontrol terhadap stasiun luar angkasa mereka, Tiangong-1 dan diperkirakan akan masuk kembali ke atmosfer bumi di akhir tahun 2017.
Seperti perkiraan sebelumnya, Badan Antariksa Cina telah menginformasikan PBB bahwa statiun seberat 8,5 ton tersebut mulai jatuh dan akan menghantam bumi sekitar Oktober 2017 dan April 2018.
Tiangong-1 , atau dikenal juga dengan nama Istana Surga, diluncurkan pada 2011, telah menjadi tempat persinggahan misi berawak dan tak berawak dan sempat dikunjungi astronot wanita Cina pertama, Liu Yang, di tahun 2012.
Namun dikarenakan adanya masalah teknis ataupun kerusakan mekanikal pada tahun 2016, Badan Antariksa Cina mengumumkan bahwa stasiun tersebut telah memenuhi misi bersejarahnya dan akan kembali ke bumi.
Sampai sejauh ini, stasiun tersebut mengalami kehancuran secara perlahan di orbitnya tetapi dalam beberapa minggu kedepan akan jatuh ke atmosfer dengan densitas yang lebih tebal dan akan bergerak cepat ke bumi.
Jonathan McDowell, seorang astrofisis dari Harvard University, mengatakan kepada media The Guardian bahwa Ia memperkirakan Tiangong-1 jatuh ke bumi pada akhir 2017 atau awal 2018.
Pada saat jatuhnya stasiun ruang angkasa tersebut, Tiangong-1 akan hancur berkeping-keping dan terbakar di atmosfer bumi namun beberapa bagian komponen yang jatuh kemungkinan memiliki bobot mencapai 100 kilogram dan dapat membahayakan keselamatan.
Kemungkinan terbesar jatuhnya adalah di lautan yang meliputi 70 persen wilayah bumi atau area tak berpenduduk.
Tetapi ada kemungkinan Tiangong-1 jatuh di area berpenduduk dan lokasi jatuhnya akan sangat sulit diprediksi sampai dalam hitungan jam.
Pada tahun 1979, laboratorium luar angkasa NASA jatuh di Australia dan disusul jatuhnya Salyut 7 milik Rusia yang jatuh di Argentina pada tahun 1991.
Penerus Tiangong-1, Tiangong-2 telah diluncurkan pada September 2016.
ARD
Sumber: TechRadar
























