Ingat, Jangan Pernah Adu Argumen di Facebook

Koreri.com (10/12) – Sejujurnya, banyak dari kita yang bersalah karena melakukan kecerobohan di Facebook dan apakah itu hal yang buruk?

Seorang ahli netiket memperingatkan kita untuk menjauh dari keyboard komputer ataupun telepon genggam ketika berkaitan dengan topik-topik yang sensitif di Facebook.

Ternyata, hal itu bukan hanya sebuah tanda bahwa anda berbagi terlalu banyak di Facebook, tetapi juga ada kemungkinan anda merespon secara berbeda pada sebuah opini yang beredar secara online.

Setidaknya, hal ini menurut sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Journal Psychological Science.

Para peneliti dari UC Barkeley dan Universitas Chicago merekrut setidaknya 300 sukarelawan untuk membaca, melihat video dan juga mendengar argumentasi tentang topik yang kontroversial.

Kemudian sukarelawan tersebut diminta menjawab pertanyaan tentang opini mana saja yang tidak mereka setujui.

Hasilnya?

Ternyata, orang yang mendengar atau menonton video orang lain berbicara menentang suatu pandangan, tidak terlalu menganggap si pembicara tersebut sebagai kurang pengetahuan atau tidak memiliki hati.

Sementara itu, mereka yang membaca komentar ataupun argumen lebih meremehkan opini si pembicara.

Beberapa ahli mencatat hal itu sampai pada pandangan anonimitas dari world wide web (www).

“Orang lebih berani ketika menggunakan Facebook dibanding ketika berada di dunia nyata. Ada ketidak-sambungan antara apa yang mereka tulis, bagaimana penyampaian dilakukan dan mereka lupa bahwa komentar mereka dapat menyakiti orang lain. Sosial media berpotensi membuat kekacauan, dan kita diharapkan untuk selalu sadar dengan apa yang kita proyeksikan dalam tulisan kita kepada dunia.” kata Wendy Mencel, direktur pada Sekolah Protokol and Etiket.

Hal baik dari penemuan ini, para peneliti menasehati agar orang menindaklanjuti perbedaan mereka dengan berbicara secara pribadi satu sama lain dan hindari melakukan perang dengan keyboard.

Lebih lanjut menurut para ahli, selain emosi mudah terpancing melalui media sosial, pertemuan tatap muka dapat mencairkan perbedaan pendapat dan bahkan berakhir dengan kompromi.

Pada masa yang akan datang, apabila jari-jari sudah mulai gatal untuk mengomentari topik hangat di Facebook, sebaiknya anda memilih untuk menjadwalkan pertemuan atau lakukan panggilan telepon dengan orang yang tidak sependapat dengan anda.

Percayalah, hal itu dapat menyelamatkan reputasi dan hubungan baik anda.

Namun demikian, anda yang merupakan pengguna Facebook masih saja dapat terperangkap dalam situasi ini.

Ingat, jangan pernah lakukan adu argumentasi di Facebook karena reputasi dan hubungan baik anda jauh lebih berharga.

ARD
Sumber: rd.com