Koreri.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua mendukung kebijakan Bupati Yuni Wonda yang memutuskan Lockdown agar mencegah Coronavirus (Covid – 19) di Kabupaten Puncak Jaya.
Sekretaris Daerah Papua, DR. Hery Dosinaen, SIP, MKP, M.Si mengakui langkah yang diambil Bupati Puncak Jaya guna pencegahan penyebaran covid 19 atau virus corona dengan cara lockdown sangat tepat.
“Itu kita dukung karena memang ini (Lockdown, red) harus dilakukan mengingat topografi Kabupaten Puncak Jaya yang dingin. Dan kita harapkan semua kabupaten harus lakukan itu tapi dengan catatan para kepala daerah harus siap memastikan logistik cukup bagi masyarakat, itu yang paling utama,” terangnya kepada wartawan usai Rapim TNI – Polri di SPN Polda Papua, Jumat (20/3/ 2020).
Menurut Sekda, Pemprov Papua tetap mendukung kabupaten di pedalaman yang melakukan lockdown untuk mencegah Covid-19 karena kondisi geografis Papua sangat berbeda dengan daerah lain.
“Kami Pemerintah Provinsi sangat mendukung karena kondisi geografis yang berbeda sehingga harus dilakukan. Apalagi kita dengan keterbatasan rumah sakit dan lain sebagainya. Ini yang harus dilakukan selama 14 hari masa inkubasi,” tukasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menetapkan status lockdown terhadap wilayahnya guna mencegah masuknya virus Corona atau Covid-19 yang telah merebak di sejumlah daerah di Indonesia.
Selain menutup akses bandara, Pemerintah Puncak Jaya juga meniadakan salat jumat di Masjid maupun ibadah Minggu di Gereja.
Status ini diberlakukan selama dua pekan ke depan mulai 23 Maret hingga 4 April 2020.
“Mulai hari Senin sampai dua minggu ke depan bandara akan ditutup, ibadah pada hari Jumat di masjid dan ibadah hari Minggu di gereja ditiadakan. Diharapkan melakukan ibadah di rumah masing-masing,” kata Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2020).
Ia menegaskan aktivitas belajar mengajar dan kegiatan perkantoran di lingkup Pemda maupun DPRD setempat akan diliburkan sementara. Begitu juga dengan transportasi keluar masuk Mulia, Ibu Kota Puncak Jaya turut ditutup.
Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona ke daerah tersebut.
Selama libur, sambung Yuni, tim penanggulangan virus Corona akan melakukan penyemprotan disinfektan di permukiman masyarakat. Langkah ini untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona ke daerah tersebut.
Pemerintah Puncak Jaya telah menyiapkan ketersediaan pangan serta kebutuhan ekonomi masyarakat dapat bertahan selama dua pekan ke depan. Masyarakat pun diimbau tidak panik terkait keputusan ini, srta menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah atau berkumpul di tempat ramai.
“Jika nanti kekurangan maka kita akan suplai untuk masyarakat menggunakan pesawat. Itupun hanya makanan atau barang yang kita butuhkan, sementara orang yang datang kita tolak,” jelasnya.
Pemerintah Puncak Jaya akan menindak tegas terhadap masyarakat yang kedapatan menimbun sembako, masker maupun kebutuhan pokok lainnya.
“Jika ditemukan ada yang melakukan penimbunan, maka akan diberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan,” tegasnya.
VER































