UFO Sudah Bukan Misteri Lagi, Perlu Ditinjau Kembali

Koreri.com – Para staff yang berada di Spoiler Alerts telah menulis hampir 2.000 kolom di Washington Post.

Salah satu berita yang menjadi topik hangat dan mendapat banyak respon pembaca adalah berita dengan judul “UFO eksis dan semua orang wajib beradaptasi dengan normal baru ini”.

Kolom tersebut secara jelas tidak menyatakan bahwa alien telah berkunjung ke bumi, namun beberapa kolomnya bercerita mengenai benda terbang yang tidak teridentifikasi, bahkan oleh Pilot Angkatan Laut Amerika Serikat sendiri yang berinteraksi langsung dalam pengejaran benda terbang itu.

Dua tahun sejak kolom tentang fenomena benda terbang tak teridentifikasi muncul di media asal AS itu, Pemerintah AS berusaha menormalisasi ide terkait UFO.

Tahun lalu, Departemen Pertahanan negara AS merilis tiga video terkait pertemuan pilot mereka dengan benda terbang yang sulit untuk diidentifikasi pada tahun 2004 dan 2015.

Dalam pernyataan mereka, Pentagon menegaskan bahwa fenomena tersebut sulit untuk dijelaskan dan disebut tetap masuk dalam kategori tak teridentifikasi.

Selanjutnya pada Agustus 2020, Pentagon kembali mengumumkan bahwa mereka telah mendirikan Gugus Tugas untuk mencari informasi lebih dalam lagi terkait fenomena UFO.

“Misi gugus tugas baru ini adalah untuk mendeteksi, menganalisa dan menginventarisasi semua UFO yang kemungkinan bisa mengancam keamanan nasional Amerika Serikat,” jelas Pentagon.

Kemudian 10 hari setelahnya, mantan direktur intelijen nasional John Ratcliffe di Fox News mengklaim bahwa komunitas intelijen AS mengetahui keberadaan UFO, termasuk beberapa laporan yang akan segera dipublikasikan.

Menurut jurnalis New York Post Tamar Lapin dan Jackie Salo kepada Maria Bartiromo dari Fox News, “Sebenarnya ada banyak yang melihat penampakan UFO dibanding yang kita tahu telah dipublikasikan.

Beberapa diantaranya, seperti yang kita ketahui, telah dideklasifikasi.”

“Dan ketika kita bicara terkait penampakan UFO, kita berbicara mengenai fenomena udara yang berhasil dilihat oleh para pilot angkatan laut dan udara atau tertangkap oleh satelit dan sangat sulit untuk dijelaskan,” tambah Ratcliffe.

“Kecepatannya sulit ditiru karena kita tidak memiliki teknologinya. Atau kecepatannya yang melampaui kecepatan suara tanpa adanya ledakan sonik,” jelas Ratcliffe.

Pada Juni nanti akan ada laporan resmi dari pejabat tinggi negara terkait pengakuan keberadaan UFO atau fenomena udara tak teridentifikasi lainnya.

Pengakuan ini baik adanya dan bahwa UFO adalah benar-benar ada, namun akan memicu beberapa pertanyaan sulit selanjutnya.

Apakah dengan adanya bukti ini, akan membawa kita ke fakta bahwa makhluk yang tidak berasal dari bumi sedang mengamati kita?

Dan kalau memang mereka mengamati kita, apa yang kita rasakan?

Kita tidak ingin berspekulasi pada pertanyaan pertama.

Pertanyaan yang paling menarik adalah bagaimana kita merespon terhadap ini.

Pada 2010, Stephen Hawking berbicara kepada Discovery Channel, ”jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi dengan Benua Amerika ketika Colombus mendarat di Amerika, yang jelas sangat berdampak negatif terhadap penduduk setempat.

Sama halnya dengan yang disampaikan Mark Buchanan di tahun 2016, “Semua keberadaan sipil yang mendeteksi keberadaan kita sepertinya telah maju secara teknologi dan tidak akan memperlakukan kita dengan baik. Setidaknya, ide tersebut dapat dipertanyakan secara moralitas.”

Jadi, jika fenomena benda terbang adalah makhluk dari dunia yang lain, ini adalah skenario yang sangat berbeda.

Bukan manusia yang mengontak makhluk asing tapi mereka yang secara aktif mengamati kita dan lebih jauh, mereka melakukannya dengan cara yang tidak merusak.

Hal ini sangat menjanjikan!

Pengamatan tanpa maksud menghancurkan bisa dianggap sebagai pengamatan dengan cara tidak jahat dibanding para penakluk Spanyol terhadap Amerika.

Lebih lanjut, hal ini baik bagi keamanan nasional AS jika yang terlihat adalah fenomena udara yang tak teridentifikasi.

Senator negeri Paman Sam Marco Rubio mengatakan kepada New York Post, ”agak aneh apabila fenomena ini adalah sesuatu yang berasal dari planet lain – itu bahkan lebih baik ketimbang kalau fenomena tersebut adalah loncatan teknologi dari China atau Russia atau musuh AS lainnya yang melakukan aksi ini.”

VLJ

Sumber: Washingtonpost.com