Koreri.com, Ambon – Angka terkonfirmasi Covid-19 di Maluku dalam beberapa minggu terakhir ini melonjak.
Total 8130 kasus terkonfirmasi berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku terhitung hingga 23 Juni 2021 pukul 12.00 Wit.
Rinciannya, sebanyak 7655 diantaranya telah dinyatakan sembuh, 342 kasus masih dalam perawatan.
Terbesar dari Ambon sebanyak 187 kasus dan Kepulauan Aru 93 kasus.
Sementara, Maluku Tengah 34 kasus, Buru 7 kasus, SBB 4 kasus, Kepulauan Tanimbar 1 kasus, Maluku Tenggara 3 kasus dan Kota Tual 12 kasus.
“Peningkatan ini bukan hanya terjadi di Maluku, tetapi global naik, karena penyebab dari orang ke orang, makin banyak kegiatan berkerumuman berpotensi klaster baru, apalagi tidak menggunakan masker,” terang Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di kantor DPRD setempat, Rabu (23/6/2021).
Dikatakan, yang perlu dilakukan saat ini, yaitu melakukan pengetatan terhadap penggunaan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi (5M). Kemudian testing, tracing, treatment (3T).
“Untuk itu, kita percepat dengan vaksinasi,” cetusnya.
Disingung anggaran, Kasrul mengungkapkan untuk penanganan Covid-19 tahun ini, Pemerintah Provinsi Maluku menganggarkan Rp80 miliar, termasuk pembiayaan insentif tenaga kesehatan yang berasal dari dana alokasi umum (DAU).
“Dari anggaran tersebut untuk penanganan sampai sejauh ini masih cukup,” pungkasnya.
MP-RR




















