Koreri.com, Jayapura – PT Tunjangan Asuransi Pensiun (Taspen) Cabang Jayapura turut membantu ribuan jiwa korban bencana alam banjir dan longsor akibat hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura tanggal 6 Januari 2022 malam di Posko Induk Gor Waringin, Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (11/1/2022).
Branch Maneger PT Taspen Jayapura, Ferinandus Baunik, mengatakan bantuan 150 karung beras 5 kilo ini merupakan bentuk kepedulian PT Taspen kepada masyarakat Kota Jayapura yang terdampak bencana alam banjir dan longsor.
“Inilah kepedulian kami dalam bentuk Taspen peduli bencana. Dalam bantuan ini kami sumbangkan beras 5 kilo sebanyak 150 karung kepada keluarga yang terkena dampak bencana alam banjir dan longsor,” kata Ferinandus Baunik.
Dijelaskan, bantuan korban bencana alam banjir dan longsor di Kota Jayapura berasal dari CSR Taspen Peduli.
“Jadi, setelah saya mendengar berita pada tanggal 7 Januari 2022 bahwa Kota Jayapura telah terjadi bencana, saya langsung bangun koordinasi dengan teman-teman di kantor cabang untuk kita membuat satu sumbangan kepada korban bencana,” ujar Ferinandus.
“Kemudian dari kantor pusat minta untuk mendata warga kurang lebih ada sekitar 2000 jiwa yang terdiri dari 7 RT dan 2 RW terdampak bencana dan kami langsung lakukan pendataan di perumahan organda karena menurut kami organda merupakan lokasi yang cukup parah terkena dampak banjir ini,” sambungnya.
Menurutnya, bantuan 150 karung beras yang sudah diserahkan di posko induk agar bisa disalurkan dengan baik kepada warga di tempat pengungsian kurang lebih.
“Bantuan ini adalah bantuan yang lebih mengena, oleh sebab itu dengan bantuan ini, warga yang terdampak banjir dan longsor bisa dapat membantu menjawab keperluan sehari-hari yang berkaitan dengan makan dan sebagainya,” katanya.
Ferinandus Baunik berharap banjir dan longsor yang sudah berlalu bisa menjadi pengalaman agar kedepan masyarakat tidak boleh membuang sampah sembarang dan tetap menjaga kebersihan.
“Kalau bisa saat musim panas, pemda Kota Jayapura bisa melihat sungai – sungai dan drainase yang mungkin keruk atau digali lagi agar seketika musim hujan dan banjir tidak terlalu berdampak. Juga masyarakat saat membangun rumah, bisa dapat melihat juga aliran-aliran air agar tidak tersumbat,” harapnya.
VER
























