Fokus  

Migrasi TV Analog ke Digital, Masyarakat Dapat Menonton Lebih Smart

IMG 20220530 WA0011
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Barat Frans P. istia (Foto : KENN)

Koreri.com,Manokwari– Migrasi siaran TV analog ke siaran TV digital atau Analog Switch Off (ASO), digitalisasi TV terestrial ternyata sudah diinginkan cukup lama oleh Pemerintah Indonesia.

Televisi terestrial adalah sistem penyiaran televisi yang tidak melibatkan transmisi satelit, dan banyak yang menggunakan gelombang radio melalui pemancar atau antena televisi.

Kementerian Kominfo sudah membuat beberapa peraturan di masa lalu, yakni pada tahun 2011 dan 2012. Kemudian sempat diluncurkan dalam arti masih percobaan pada tahun 2013.

Kepala Kepala Dinas Kominfo Papua Barat, Frans P.Istia mengatakan, negara Asia lainnya sudah lebih. Frans berharap dengan migrasi ini terjadi, maka pelayanan siaran akan lebih bagus.

“Karena lebih bersih dan jernih. Sehingga masyarakat diharapkan dapat menonton tayangan yang lebih smart (cerdas),” tutur Frans dalam keterangan persnya kepada wartawan, Senin (30/5/2022)

Dijelaskan Istia bahwa dalam masa peralihan pasti ada proses penyesuaian yang harus dilakukan dan menurutnya, itu adalah hal yang biasa. “Dan saya yakin tim sudah ada bersama masyarakat, untuk melakukan migrasi itu secara baik,” katanya.

Frans berharap dalam masa peralihan ini, Pemerintah Pusat terus memberikan penguatan, agar layanan tv digital di wilayah Papua dan Papua Barat bisa diterima dengan baik.

“Karena kita ketahui di wilayah Papua dan Papua Barat black spot (bintik hitam) masih cukup tinggi,” ujar Frans.

Agar dapat dinikmati oleh semua warga di Papua Barat, kata Frans, perlu adanya penguatan jaringan hingga wilayah pinggiran. “Karena kita ketahui di wilayah Papua Barat masih banyak wilayah yang black spot,” tutur Frans.

KENN