as
as

Miras Si Pencabut Nyawa Jalanan

Foto Berita Konten Khusus 1

Koreri.com – Berkendara dalam keadaan mabuk adalah salah satu tindakan yang cukup berbahaya yang berpotensi menyebabkan kematian.

Yang lebih fatalnya lagi, situasi tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri tapi juga membahayakan pengemudi lain di jalan raya, bahkan mungkin juga orang-orang disekitaran.

Beberapa kejadian yang sempat diliput dalam berita Koreri menunjukkan bahwa fatalitas atau kematian itu potensinya nyata jika kita berkendara saat dipengaruhi alkohol.

Entah sudah berapa banyak kejadian berulang dan ibarat sebuah tren, menyisakan suatu pertanyaan terkait kesadaran diri mereka yang melakukannya dan sampai sejauh mana penegakan aturan yang ada telah dilakukan.

Berikut dua fakta “negatif” minuman beralkohol yang cukup kritikal dan terkait dengan umur hidup kita. 

Fakta pertama adalah alkohol sejak beberapa tahun lalu didakwa sebagai zat karsinogen atau zat pemicu kanker oleh American Society of Clinical Oncology (ASCO).

Beberapa penyakit seperti kanker oropharyngeal dan larynx, esophageal, hepatocellular carcinoma, payudara dan usus erat kaitannya dengan konsumsi minuman beralkohol.

Fakta berikutnya adalah data statistik yang dikumpulkan oleh Centers for Desease Control and Prevention (CDC) yang merupakan lembaga Kesehatan Amerika Serikat (AS).

CDC menemukan angka statistik yang cukup fantastis terkait kematian yang berhubungan dengan berkendara dalam keadaan mabuk dan angkanya cukup tinggi yakni, 3.233 orang dari periode 2009-2018 untuk wilayah New York saja.

Jadi, ada kematian di jalanan sekitar 323 orang per tahun selama satu dekade akibat minuman keras dan itu hanya terjadi di New York, satu dari 50 negara bagian di AS. 

Dan yang menjadi begitu menyedihkan adalah, kematian itu menyasar usia produktif yakni 21-34 tahun dengan rasio 6 orang per 100.000 penduduk dan lebih dari 10.000 orang per tahunnya selama periode 2009-2018.

Walau data yang digunakan ini menggunakan data dari AS, namun perbandingannya sedikit-banyak mewakili kasus-kasus kematian yang terjadi di wilayah Indonesia Timur.

Dengan dua fakta tersebut, apakah kita masih mau menggadaikan nyawa kita dan orang lain demi sebuah kesenangan semu yang bisa berujung pada kematian yang sia-sia?

Apakah masih butuh banyak contoh lagi untuk menyadarkan kita mengenai bahaya miras?

Berikut adalah beberapa tips bagi perangkat pemerintahan dan aparat kepolisian untuk mengurangi atau bahkan sebagai tindakan pencegahan yang bisa kita adopsi dari CDC dan sangat mungkin diterapkan di Indonesia Timur.

  • Membuat batasan jelas kandungan alkohol dalam darah (BAC), apabila melewati kadar tertentu si pengemudi dilarang berkendara
  • Legal untuk konsumsi minuman beralkohol apabila ada pada usia tertentu
  • Membuat check point tertentu untuk pemeriksaan kandungan alkohol para pengendara
  • Patroli pada wilayah-wilayah yang sering terjadi kecelakaan akibat miras
  • Sosialisasi-sosialisasi terkait miras di sekolah-sekolah atau bahkan institusi pemerintah dan swasta

Berikut beberapa berita terkait yang turut berkontribusi dalam penulisan konten khusus ini dengan tujuan menyadarkan semua orang terkait bahaya berkendara dalam pengaruh minuman beralkohol.

Pemotor Mabuk Tabrak Pembatas Jalan lalu Kabur, Teman Dibonceng Nyawa Melayang

Mabuk Bawa Motor, Pemotor di Jayapura Nyawa Melayang

Mabuk Berat Bawa Motor Lalu Baku Tabrak di Jalan Ringroad Jayapura, 2 Nyawa Melayang

Mabuk Berat Lalu Tabrak Pejalan Kaki Hingga Nyawa Melayang, Sopir Langsung Kabur

Mabuk Berat Kendarai Motor, Hajar Mobil, 2 Nyawa Melayang

Tabrakan di Polimak : Pengendara Mobil Avanza Plat Merah Mabuk, Satu Korban Luka Berat

 

Konten Khusus – Redaksi Koreri

as

as