Koreri.com, Ambon – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan baru saja melepas secara resmi pengiriman minyak goreng (Migor) ke Maluku dan Papua sebanyak 1200 ton.
Semua ini dimaksudkan agar harga migor di kedua provinsi sama seperti wilayah lainnya di Indonesia.
“Perlu kita ketahui bersama bahwa ini bukan minyak goreng curah, tetapi minyak goreng kita yang dikemas sedikit lebih sederhana,” ungkap Plt. Kepala Dinas Perindag Provinsi Maluku H. Yahya Kotta kepada Koreri.com di ruang kerjanya, Jumat (12/8/2022).
Menurutnya, dibilang sederhana karena migor ini dikemas dalam bentuk botol dan berisi 2 liter.
“Kalau minyak curahkan di dalam 18 liter. Jadi 2 liter ini mempermudah akses pembelian dan kedepan bisa dijangkau di supermarket, gerai-gerai modern maupun toko-toko lokal dan dalam artian konsumen bisa dapatkan dimana saja,” urai Kotta.
Total migor sebanyak 1.200 ton dikirim ke kawasan timur Indonesia.
“Namun untuk jatah perprovinsi itu kita belum ketahui berapa yang didapatkan,” akuinya.
Lanjut Kotta, terkait penyalurannya melalui tol laut ke Maluku dapat dikonfirmasi ke Dinas Perhubungan Provinsi sehingga dapat diketahui jalur singgah mulai dari Tanjung Priok sampai ke kabupaten-kabupaten di wilayah ini.
“Kita tahu bersama jalur tol yang belum disentuh itu ada dua yaitu Maluku Tengah dan Kota Ambon dan sementara kami koordinasikan dengan Kementerian Perdagangan agar bagaimana caranya jatah tol laut yang tidak masuk ke dua daerah ini, tetapi tetap mendapat jatah itu. Kami ada upaya lain agar bisa tetap dapatkan,” sambungnya.
Kotta menambahkan soal harganya, sesuai dengan ketetapan Rp14 ribu perliter.
“Itu perintah dari Pemerintah lewat Dirjen dan kemarin kita zoom apa pun hasilnya, tetap dijual dengan harga 14 ribu. Semua itu sudah dihitung harga hetnya sampai terjauh itu dengan mempertimbangkan transportasi dan sebagainya harga tetap 14 ribu,” tegasnya.
Kotta tak menampik jika harga di Provinsi Maluku untuk het curah itu masih ada pada posisi Rp14 ribu sampai Rp16 ribu.
“Kalau menurut saya, wajarlah kalau di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sana ada yang kasih naik menjadi Rp16 ribu. Bisa saja, Karena akibat dari biaya transportasi. Jangankan di Provinsi Maluku, di wilayah-wilayah luar sana saja meski het 14 ribu namun harganya bisa naik melebih dari itu.
Intinya, kita berharap ke depan distribusi minyak kita ini dia ada posisi itu,” pungkasnya.
JFL




















