Koreri.com, Jayapura – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia telah mengirim surat undangan kepada dokter pribadi Gubernur Lukas Enembe, dr. Anton Mote, untuk menghadap penyidik lembaga tersebut di Gedung Merah Putih Jakarta, Senin (17/10/2022).
Pengacara Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, membenarkan telah menerima undangan resmi dari KPK yang ditujukkan kepada dr. Anton Mote didampingi tim hukum Lukas Enembe.
“Kami baru terima undangan resmi KPK 2 jam lalu yang ditujukan kepada dokter pribadi Lukas Enembe dan akan didampingi tim hukum untuk menghadap penyidik KPK di Jakarta hari Senin,” kata Aloysius Renwarin kepada Koreri.com melalui telepon selulernya, Jumat (14/10/2022).
Dikatakan, penyidik KPK mengundang dokter Anton Mote untuk menjelaskan hasil pemeriksaan kesehatan Gubernur Lukas Enembe yang ditangani dokter singapura beberapa hari lalu.
“Jadi, dokter Anton Mote didampingi tim hukum diundang untuk hadir ke Jakarta menjelaskan kondisi kesehatan Lukas Enembe kepada dokter KPK dan dokter IDI di kantor KPK jam 11 siang WIB hari senin,” ujarnya.
Sebelumnya, Tim dokter ahli dari Rumah Sakit Elisabeth Singapura telah tiba di Kota Jayapura, Selasa (11/10/2022) dan langsung bekerja melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan Lukas Enembe (LE) di kediaman pribadi, kawasan Koya Tengah, mulai pukul 10.30 sampai 15.00 WIT.
Dokter pribadi LE dr. Anton Mote, mengatakan rangkaian pemeriksaan berlangsung menggunakan alat- alat kesehatan di rumah koya seperti USG, x-ray portable, EKG, alat pasien monitor dan beberapa alat emergency lain seperti tabung oksigen dan yang lain-lain.
Pemeriksaan mulai dari anamnesa kemudian pemeriksaan fisik oleh dokter serta beberapa pemeriksaan penunjang.
“Jadi kemarin bapak Lukas dilakukan pemeriksaan foto thorax pemeriksaan organ-organ di dalam tubuh menggunakan USG serta menggunakan alat yang dibawa oleh dokter Singapura untuk memeriksa kualitas pembuluh darah. Dokter juga melakukan pemeriksaan EKG,” urainya saat dikonfirmas, awak media, Rabu (12/10/2022).
“Semua ini sudah dilakukan dokter, kemudian terapi sudah diberikan. Terapi yang harus dilakukan dari hasil udara dan beberapa temuan memang ada kenaikan pada gula darah sehingga kemarin sudah mulai ada terapi gula darah diabetes melitus,” sambungnya.
Mote menjelaskan pula, pemeriksaan juga dilakukan terhadap jantung yang masih berpengaruh pada tensi yang naik turun.
“Dan itupun sudah dipastikan langsung oleh dokter jantung sehingga terapi juga sudah diberikan kemudian ada sedikit kelemahan pada pada ekstremitas gerak dan bicara dari Bapak Gubernur maka ada anjuran untuk melakukan MRI,” jelasnya.
EHO






























