Sejumlah TKS RSUD Haulussy Keluhkan Nasibnya, Komisi IV DPRD Maluku Langsung Bersikap

Komisi IV DPRD Mal TKS RSUD Haulussy Pertemuan

Koreri.com, Ambon – Sejumlah Tenaga Kerja Sukarela (TKS) datang ke kantor DPRD Provinsi Maluku, Selasa (18/10/2022).

Kedatangan tersebut dalam rangka mengadu ke Dewan terkait nasib mereka untuk mengikuti seleksi pegawai Pemerintah.

Ketua beserta para anggota Komisi IV DPRD Maluku menerima para TKS tersebut.

Alen, selaku koordinator TKS RSUD Haulussy mengaku pihaknya kuatir dengan nasib mereka dan merasa sangat penting untuk menemui Komisi IV DPRD Maluku.

Dengan begitu, para TKS ini mengharapkan wakil rakyat dapat membantu dirinya dan kawan-kawan untuk bisa ikut Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) kuota tenaga kesehatan.

“Kita tahu bersama bahwa pendaftaran P3K sesuai edaran BKD akan tutup pada 31 Oktober mendatang. Tetapi ini kami terkendala beberapa hal di BKD yang membuat nasib kami tidak jelas, tidak dapat kami laksanakan. Kita pun tidak jatuhkan pimpinan RSUD tapi ini cara terakhir kami minta bantu,” ungkapnya berharap.

Salah satu Tenaga Forensik yang mana juga perawat Covid-19, Johana Behuku, yang sudah bekerja di RSUD Haulussy selama 9 tahun lebih mengatakan nasibnya dan rekan lain tidak jelas, padahal mayoritas TKS telah mengabdikan diri selama 5 tahun.

Dan semua aspirasi untuk bisa masuk P3K, demi isi perut keluarga serta orang tua.

Merespon keresahan dan aspirasi TKS RS Haulussy itu, Anggota Komisi IV DPRD Maluku Andi Munaswir menegaskan pihaknya tidak sekedar mendengar keluhan yang sampaikan tapi langsung ditindaklanjuti ke pusat karena demi kepentingan dan nasib masyarakat khususnya tenaga kesehatan (nakes).

“Kami tidak hanya mendengar tapi akan tindaklanjuti. Kami tidak tinggal diam, kami janji, komisi akan konsern, percaya kami. Sebab masalah P3K ini bukan saja nakes tapi juga guru dan bahkan ada 5 Kabupaten/ Kota yang belum memasukkan data P3K-nya ke Kementerian PAN-RB,” tegasnya.

Munaswir kemudian mengecam pimpinan RSUD Haulussy ini hanya pikirkan isi perut sendiri tanpa melihat kepentingan pegawai. Hal inilah yang membuat masalah termasuk hal lainnya di RSUD hingga berlarut-larut.

“Direktur ini sering kita undang tapi tidak perna hadir padahal niat baik kita untuk memperbaiki kinerja RSUD. Kami pun bisa simpulkan yang bersangkutan tidak becus sehingga masalah ini tidak kunjung tuntas. Itulah yang membuat bapak/ibu sampai datang ke kami dan kalau pimpinan bapak/ibu becus maka tidak datang sampai di sini,” kembali tegasnya.

Rostina menambahkan, tanpa Nakes tentu pelayanan RSUD Haulussy tidak akan berjalan maksimal  sebab kesehatan menjadi hal prioritas.

Oleh karena itu, ia memastikan akan menindaklanjuti masalah ini sampai tuntas.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV, Rovik Afifuddin memastikan agenda rapat gabungan komisi dengan hadirkan mitra terkait dan pihak RSUD Haulussy Ambon.

“Waktu kita tidak banyak atasi masalah ini. Paling lambat besok atau setelah selesai koordinasi dengan pimpinan  untuk rapat gabungan gabungan komisi I dengan Dinkes, RSUD, Dinas Pendidikan dan BKD, bila perlu dengan Sekda. Tanggungjawab kita untuk memastikan status dan masa depan mereka dengan jelas,” tukasnya.

JFL