Gedung 9 Lantai dan Selisih Rp 13 Miliar yang Terendus Rakyat dan KPK

Gedung Kantor Gubernur Papua berlantai 9 yang sementara proses finishing / Foto : EHO/Koreri

Pada 7 Agustus 2022 saya bersama Redaksi Koreri sempat mengulas tulisan dengan judul “Ironi Tanah Kaya Tapi Termiskin Se-Indonesia.”

Dalam tulisan tersebut kami sempat menyinggung terkait asas manfaat serta urgensi dari ‘Gedung 9 Lantai’ yang akan dijadikan sebagai pusat kegiatan birokrasi Pemerintah Provinsi Papua.

Referensi beritanya dapat dibaca di sini

Dilain sisi, melalui pernyataan ketua DPR-Papua terkait kelebihan pagu anggaran pada pembangunan ‘Gedung 9 Lantai’ tersebut membuat semua orang (termasuk saya dan rekan Redaksi Koreri tersenyum sinis karena kenyataannya, agak sulit mendapat ruang yang benar-benar steril (dari korupsi – red) di Papua.

Mengutip koreri.com, “dan saat kami rapat dengan Dinas PUPR Papua mereka menyebutnya Rp 413 Miliar. Itu melebih pagu! Secara logika dimana-mana lelang itu dibawah pagu dan kami indikasikan ada pekerjaan-pekerjaan dibuat di luar kontrak. Ada kontrak baru dibuat artinya mendahului penggunaan anggaran. Padahal mestinya tidak ada kontrak sebelum sidang ABT,” tegas ketua DPR-Papua.

Referensi beritanya dapat dibaca di sini.

Jadi kesepakatannya adalah Rp 400 miliar dan lalu berubah menjadi Rp 413 miliar, sehingga kami memandang bahwa Rp +13 miliar menjadi sebuah narasi baru adanya indikasi korupsi.

Apakah kegiatan tambah-tambah ini adalah sebuah kebutuhan, gelap mata (nekat) atau ekstra kurikuler di saat KPK sedang gencar-gencarnya mengawasi pengelolaan dana milik masyarakat di Papua?

Bagi sebagian oknum di Dinas PUPR dan Pemprov Papua yang selama ini menikmati kenyamanan dari makan uang haram yang seharusnya milik rakyat tanpa pertanggung-jawaban, saatnya bangun dari tidur dan stop gaya hedonis kalian yang selama ini tak tersentuh.

Ingat, di Papua ini masih banyak mata Tuhan yang senantiasa memantau kalian dan jangan pikIr mereka bisu dan tuli juga.

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi tetaplah bersemangat karena rakyat Papua yang mayoritas anti-korupsi ada di belakang kalian!

Segera kirim ‘surat cinta’ kalian sebagai reminder (pengingat) ke dinas terkait yang terlibat dalam pembangunan ‘Gedung 9 Lantai’, sebelum mereka berbuat dosa gali lubang tutup lubang lebih jauh.

 

Konten Khusus – Redaksi Koreri