Piter Ell Lawan Gustaf Kawer Di Muscab IV DPC Peradi Kota Jayapura

WhatsApp Image 2022 10 29 at 00.53.38
Bakal Calon Ketua DPC Peradi Kota Jayapura, Piter Ell (Baju Hitam Kuning) Gustaf Kawer (Baju Kemeja Batik Papua) saat ikut konferensi pers persiapan Muscab IV di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Jumat (28/10/2022) / Foto: EHO

Koreri.com, Jayapura – Pieter Ell dan Gustaf Kawer menyatakan diri siap maju bertarung merebut kursi Ketua DPC Peradi Kota Jayapura periode 2022 – 2027 dalam musyawarah cabang IV di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (29/10/2022).

Bakal calon Ketua DPC Peradi Kota Jayapura, Pieter Ell, mengatakan momentum pelaksaan Muscab IV ini adalah pesta demokrasinya para lawyer/pengacara Se-Kota Jayapura dan bukan sebuah pertandingan atau lomba.

Piter Ell maju ketua DPC Peradi Kota Jayapura periode 2022-2027 dengan visi misi bukan Janji tapi memberikan bukti.

“Jadi pesta ini harus dihadapi dengan hati yang gembira. Karena hati yang gembira adalah obat manjur,” kata Piter Ell saat konferensi pers di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Jumat (28/10/2022).

Pieter mengaku sangat berbahagia bisa duduk satu meja dengan balon lainnya, Gustaf Kawer. “Kami berdua sudah lama saling kenal dan sama – sama penggemar olahraga futsal,” ujarnya.

Piter Ell mengenyam Pendidikan dari SD, SMP dan SMA di Kota injil Manokwari, Papua Barat. Kemudian menyelesaikan Pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih. Selanjutnya  S2 dan S3 di Kota Makassar.

Perjalanan karirnya bermula di tahun 1996 sebagai seorang aktifis. Kemudian bergabung dengan LBH Jayapura tahun 1997. Mendirikan Kontras Papua tahun 2000. Selanjutnya ia harus membagi waktu yang semula 100 persen sebagai seorang aktifvis. Di tahun 2008 harus membagi waktu.

Pelan tapi pasti di tahun 2008, Piter Ell mendirikan kantor pengacara di Jayapura yang diresmikan oleh Gubernur Papua kala itu, Barnabas Suebu.

Kemudian setahun berselang dirinya mendirikan kantor pengacara di Jakarta.  “Pekerjaan saya pengacara, dosen, curator dan juga pekerja seni,” tuturnya.

Pieter mengaku terharu karena momen dirinya hendak maju sebagai Balon Ketua Peradi, tepat di hari peringatan Sumpah Pemuda dan hari jadi putrinya.

“Anggota kita ini momen yang jarang saya hadapi dan ikuti. Bagaimana kami advokat bisa bersatu dan mempunyai semangat yang luar biasa. Ini sesuatu yang saya sebagai anggota Peradi yang sudah 14 tahun, karena untuk kita di Jayapura, Papua organisasi advokat ini baru mulai di tahun 2008. Ini sesuatu yang luar biasa,”akunya.

Untuk itu dirinya berharap kedepannya sebagai advokat yang tergabung di Peradi semakin solid memberikan bantuan hukum kepada masyarakat pencari keadilan terutama yang tidak mampu.

Sementara itu, bakal calon ketua Peradi Kota Jayapura nomor urut 2, Gustaf Kawer mengatakan jika diantara dirinya dan Pieter ada yang menang. Maka akan didukung.

“Saya pikir yang terbaik itu, itu yang ada didalam juga yang terbaik. Terbaik itu menjadi satu anggota dari satu organisasi dan tidak pindah kemana – mana. Tetap di Peradi Otto Hasibuan,” kata Gustaf.

Gustaf yang kerap disapa GK mengaku dirinya dan Pieter sama – sama mantan LBH Jayapura. Namun setelah Pieter Ell keluar, Ia baru masuk di LBH Jayapura. Begitupun di tim futsal para lawyers Jayapura ini. Pieter  Ell sebagai  Manager dan dirinya sebagai wakil manager.

“Kali ini Pak Pieter maju dan saya juga maju. Tetapi nanti besok yang tentukan. Saya pikir nanti teman – teman pilih yang terbaik. Entah saya atau Pak Pieter ini untuk kebaikan Peradi kedepan,” ujarnya.

Menurutnya di dalam organisasi profesi, awal kemandirian adalah contoh yang baik bagi organisasi advokat. “Kehadiran insan pers menjadi kekuatan bagi para advokat dan juga organisasi – organisasi advokat serta Ngo (Non Government). Gustav dikesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada pers,” katanya.

Dikatakannya Muscab adalah forum pengambilan keputusan tertinggi. Dari organisasi para advokat, yakni mendengarkan laporan pertanggungjawaban. Setelah itu ada pandangan umum dengan melakukan evaluasi pengurus yang berjalan dari tahun 2017 – 2022.

Apa yang baik diambil dan apa yang tidak baik ditinggalkan untuk langkah yang lebih baik lagi. Kedua akan masuk dalam komisi – komisi.

“Saya pikir ini penting, karena pengalaman kita yang lalu hanya sebatas laporan, pandangan umum  selesai dan langsung pemilihan. Ini penting untuk kita bahas di komisi – komisi, mulai dari struktur, tata kerja program, termasuk keuangan dan administrasi/asset ini penting dan kita harus bicara. Setelah itu kita masuk di pemilihan. Dan yang mempunyai hak pilih adalah teman – teman Peradi yang punya hak pilih untuk memberikan suara tanpa intervensi,”kata Gustaf.

Siap kalah, siap menang? kata gustaf, tentunya akan terbaik bagi organisasi. “Satu keinginannya adalah para advokat di Jayapura dapat bersatu dalam wadah Peradi dalam konteks membantu masyarakat serta sinergis membantu masyarakat yang ada di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya,” jelasnya.

“Misi saya yang pertama itu, kantor dan asset itu harus ada. Kedua kita juga mulai kekompakkan dari dalam dan kebersamaan advokat itu kita buat dalam wadah ini. ketiga bagaimana pelayanan kit aini berdampak bagi orang lain sebab didalam organisasi kita ini ada PBH dan Young Lawyers yang harus dioptimalkan dan diberdayakan,” sambungnya.

Selain itu juga bangun kemitraan termasuk dengan insan Polri, Jaksa dan Pengadilan. Supaya ada sinergitas dalam penegakkan hukum bagi masyarakat. Termasuk jalin kebersamaan dengan stakeholder, Pemerintah, DPR, MRP kita jalin lebih baik.

EHO