Koreri.com, Ambon – Bertempat di Aulatorium Balai Pelestarian Budaya Maluku, Rabu (9/11/2022), berlangsung Kompetisi “Kreativitas Tanpa Batas Kalesang Untuk Maluku”.
Giat yang diinisiasi Komunitas Kalesang Maluku ini akan berlangsung selama 2 hari, 9 = 10 November 2022.
Kompetisi ini bertujuan untuk membudayakan seni Maluku yang terancam akan hilang begitu saja karena pesatnya perkembangan dunia saat ini. Juga menjadi ajang mengangkat derajat orang Maluku yang terancam hilang.
“Kegiatan ini kita sudah buka 3 kali dan yang mengikuti kegiatan ini ada 34 peserta dari 3 mata lomba yang kita tampilkan di hari ini dan di besok hari,” tandas Vikel Fekaubun selaku Ketua Panitia Komunitas Kalesang Maluku kepada media ini disela-sela giat, Rabu (9/11/2022 ).
Untuk kali ini, panitia menampilkan dua mata lomba yaitu Vokal Grup dan Dances Tiktok Budaya. Sedangkan keesokan harinya yang mana bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan akan berlangsung lomba tarian tradisional.
“Menurut saya ini mungkin awal kita beranikan diri kembali tampilkan dua mata lomba yang baru, sedangkan dua tahun berturut-turut itu kita buka dengan tarian tradisional. Tetapi sama saja masih minim dan belum ada minat masyarakat dalam hal ini khususnya bagi kalangan anak muda,” akuinya.
Meski demikian, Vikel mengaku percaya dengan kegiatan yang dibuat ini ke depan pasti ada suport dari masyarakat basudara yang tetap mau tampil dan meramaikan kegiatan yang diinisiasi Komunitas Kalesang Maluku ini.
Ia pun tak segan menyampaikan kritik kepada Pemerintah Daerah Maluku maupun Kabupaten/Kota.
“Kenapa saya bilang ini sebuah kritikan? Karna dari pemimpin-pemimpin yang duduk di daerah ini saja banyak yang sudah hilang jati diri. Sehingga bagi kami, aksi-aksi Komunitas Kalesang Maluku ini lebih banyak menyadarkan generasi muda untuk bagaimana mempertahankan identitas diri. Intinya, ke-Maluku-an itu seperti apa? Jangan jual Maluku,” kritiknya.
Selain itu, terbukti hingga acara ini berlangsung, Pemerintah meskipun tahu Komunitas Kalesang Maluku tapi seakan-akan menutup mata dari kegiatan yang dilakukan pihaknya.

Vikel pada kesempatan itu, mengajak semua orang Maluku untuk bersama-sama mengangkat budaya daerah ini.
“Marilah kita selaku orang Maluku untuk bersama-sama mengangkat budaya Maluku agar terus terjaga hingga menjadi perhatian dunia luar. Serta teruslah mendukung kegiatan-kegiatan yang anak-anak muda Maluku lakukan,” ajaknya.
Vikel juga tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak baik dari Komunitas Kalesang Maluku sendiri yang mana terus mendukung kegiatan ini.
“Dan juga kepada ibu Maureen Vivian Haumahu dan pak Mario Lawalata yang mana sudah mensuport kami,” ucapnya.
Sementara itu, Maureen Vivian Haumahu menilai bahwa acara yang diinisiasi oleh Komunitas Kalesang Maluku ini adalah kompetisi sebagai sarana positif bagi generasi muda di Maluku terkhusus kota Ambon.
“Saya mau dan semoga ke depannya lebih banyak lagi masyarakat Maluku yang membuat event seperti ini demi menjaga kelestarian budaya lewat tarian dan nyanyian agar khas Maluku ini tidak hilang dan terus terjaga,” harapnya.
Anggota DPRD Maluku ini menegaskan dukungan dirinya bersama suami adalah wujud dari mencintai budaya tarian dan nyanyian khas Maluku.
“Dan dukungan kami berdua adalah dukungan perwakilan bagi generasi muda yang masih mau menjadikan tarian dan nyanyian sebagai sebuah upaya melestarikan budaya Negeri,” tandasnya.
Masih menurut Maureen, meski kecil dan tidak seberapa apa yang dirinya dan sang suami lakukan tapi ia tetap berharap hal itu bisa bermanfaat bagi tanah Maluku agar terus dikenal di mata semua orang.
“Semoga Komunitas Kalesang Maluku bisa menjadi tempat belajar dan tempat mengajar bagi setiap generasi yang mau menjaga kebudayaan Maluku dalam seni budaya baik tarian, musik, literasi bahkan drama musikal,” pungkasnya.
JFL
























