Benang Merah: Tuntutan Merdeka dan Aksi Bersih-bersih KPK di Papua

Oleh: Albaqir, Aktifis dan Penggiat Media Sosial Indonesia Timur

Koreri.com, Jakarta – Baru-baru ini saya menerima sebuah video yang isinya adalah lagi-lagi berisi pernyataan keinginan untuk berdiri sendiri alias merdeka dari Jenewa Swiss oleh seorang tokoh Papua yang saya pribadi serta masyarakat Papua sangat menghormatinya, ya beliau adalah Timotius Murib.

Sebenarnya saya masih enggan percaya bahwa hal tersebut disuarakan oleh beliau yang menurut saya adalah salah satu tokoh Papua yang Nasionalis serta Pancasilais selama ini.

Video tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dalam benak saya, apa yang menyebabkan beliau bisa seketika mengalihkan pandangan nya dari Negara Kesatuan Republik Indonesia?

Atau mungkinkah sikap beliau merupakan sebuah respon dangkal atas tindakan Pemerintah Pusat melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan bersih-bersih Tanah Papua dari Korupsi?

Kalau saya pribadi, menilai sikap beliau adalah respon dangkal beliau terhadap kepedulian Pemerintah Pusat terhadap Tanah Papua yaitu dengan melakukan pembersihan virus korupsi yang dimulai dari Provinsi Papua agar masyarakat Papua bisa secepatnya merasakan apa itu Kesejahtraan!

Lalu, kenapa penilaian saya bisa seperti itu?

Benang merahnya jelas! Ya, karena hal tersebut dilakukannya ketika KPK lagi fokus pada “10 kasus besar korupsi di Tanah Papua”.

Pertanyaannya, apakah beliau terlibat sehingga kemudian melakukan tindakan yang jelas berbau makar itu?

Lalu pertanyaan berikutnya, “Apa kaitannya korupsi sama merdeka?”

Penjelasan sederhananya adalah korupsi itu kejahatan luar biasa alias ‘extra ordinary crime’, bahkan di Indonesia yang sudah merdeka 77 tahun pun, masih sulit membasminya sehingga kalau beliau diduga melakukan korupsi dan kabur serta kemudian mengangkat isu Papua merdeka sebagai pembelaan diri, ya jelas tindakan itu adalah sebuah halusinasi!

Bisa jadi! Karena kembali lagi ke konteks lama bahwa ‘Papua Merdeka’ selalu menjadi jualan harum!

Namun, persoalan terlibat dan tidaknya beliau di kasus yang sangat mempermalukan “bukan seluruh orang Papua itu,” hal itu adalah urusan KPK karena sebagai masyarakat biasa, saya hanya bisa menduga-duga sejauh ini.

Sebuah saran bagi pemerintah dan aparat penegak hukum, mohon untuk antisipasi modus kabur ke luar negeri ini karena 10 kasus besar korupsi di Papua belum tuntas dan melegakan mayoritas warga Papua yang sudah cukup lama menderita.

Jujur, secara pribadi saya kecewa karena Beliau (Timotius Murib) yang saya hormati itu mengambil langkah dan sikap seperti itu.

 

Konten Khusus – Redaksi Koreri