Koreri.com, Sorong – Tokoh Muda Raja Ampat Paul Finsen Mayor,S.IP siap bertandang ke senayan setelah mendapat dukungan syarat minimal sebanyak 1.533 E-KTP dengan sebaran 1 kota dan 5 Kabupaten.
Sejumlah masyarakat adat di wilayah Sorong Raya mengantar bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Paul Finsen Mayor ke KPU Papua Barat Daya di hari terakhir, Minggu (8/1/2023) dengan tujuan menyerahkan dokumen persyaratan dukungan minimal pemilih bakal calon anggota DPD RI.
Dalam keterangan persnya Paul mengatakan, keinginan untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon anggota DPD RI ini adalah murni mendapat dukungan dari masyarakat adat di Papua Barat Daya.
“Saya maju juga mendadak dan tiba-tiba masyarakat adat bawa KTP dari pedalaman sekitar 3.000-an ke saya,” ujar Paul, kepada awak media, Minggu sore.
Pria asal Raja Ampat itu mengaku, dirinya telah mengantongi sedikitnya 7.000 dukungan dari masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.
“Saya dan masyarakat adat hari ini membawa dokumen ke KPU Papua Barat Daya berjumlah 1.533 KTP,” tuturnya.
Sementara, untuk dukungan lainnya masih diamankan dari belakang.
“Dengan dukungan masyarakat adat di Papua Barat Daya, saya yakin pasti menang dan bisa mewakili mereka,” tegas Paul.
Paul berjanji jika dirinya dipercayakan menduduki senayan maka akan berjuang terkait tiga hal.
“Saya akan berjuang tiga hal untuk masyarakat adat yakni pertama kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja,” jelasnya.
Menurutnya, kesehatan masyarakat adat sangat penting dibanding lainnya.
“Orang Papua masuk rumah sakit biasanya pulang dengan bendera hitam (meninggal) akibat penanganan lambat,” ungkapnya.
Kedua, persoalan pendidikan adalah kunci penting dalam menyoal pemekar yang begitu masif di tanah Papua.
“Pemekaran boleh masif di tanah Papua, namun faktanya ribuan anak Papua putus sekolah,” imbuhnya.
Ketiga, masyarakat adat harus dilibatkan dan bekerja di dalam dunia pekerjaan di Papua Barat Daya.
“Saya punya masyarakat adat harus dilibatkan dalam setiap dunia pekerjaan di Provinsi Papua Barat Daya,” pungkasnya.
KENN
























