Persoalan Internal KONI PB Beres, PW Pastikan Bantuan Dana Hibah Diberikan

IMG 20230525 WA0051
Pj Gubernur Papua Barat Drs Paulus Waterpauw,M.Si (Foto : KENN)

Koreri.com,Manokwari– Meski Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat telah mengajukan permohonan bantuan dana hibah kepada pemerintah daerah sebesar Rp100 miliar untuk persiapan pekan olahraga nasional (PON) 2024 di Aceh-Sumatera Utara pada tahun 2024. namun hingga kini pihak pemerintah belum menjawab permohonan bantuan tersebut.

Pj Gubernur Papua Barat Drs. Paulus Waterpauw M.Si menegaskan pihaknya belum bisa memberikan anggaran hibah itu dan meminta Ketua umum KONI Papua Barat untuk menyelesaikan permasalahan internal terkait pertanggung jawaban sesuai dengan hasil audit.

Paulus Waterpauw (PW) mengatakan bahwa pemerintah daerah berkewajiban untuk memberikan dukungan kepada KONI Papua Barat dalam penyelenggaraan pra PON dan PON, namun dilihat dulu penyelesaian persoalan dalam internal sehingga ketika diberikan anggaran sudah tidak ada persoalan hukum.

“Nanti kita lihat apakah anggaran tersebut kita berikan langsung kepada KONI atau melalui cabang-cabang olah raga,” kata Pj Gubernur saat dicecar awak media terkait dengan nasib anggaran KONI Papua Barat yang tak kunjungi mendapat kepastian dari pemerintah pusat di Bandara Rendani Manokwari, Kamis (25/5/2023).

Waterpauw mengungkapkan bahwa apapun yang terjadi di internal KONI Papua Barat, persiapan atlet dan pelatih dan lainnya harus dilaksanakan, Dia ingin, atlet PON yang mewakili Papua Barat tanpa menggunakan sistem beli pemain dari luar daerah.

“Mari kita manfaatkan bakat atlet asli Papua Barat. Dan itu tugas dari pimpinan cabang olahraga raga untuk menemukan dan mencari bibit-bibit atlet potensial di bidangnya,” ungkapnya.

Dia mencontohkan seperti sepak bola, motor cross yang sudah berjalan eventnya untuk pencarian bibit atlet potensial mewakili Papua Barat pada PON Aceh-Sumatera Utara.

“Event yang diselenggarakan sangat baik sebab mendorong prestasi atlet asli Papua Barat, Saya berharap atlet yang mengikuti PON murni dari atlet Papua Barat,” katanya.

Ia menuturkan potensi atlet putra daerah merupakan tanggung jawab dan tugas bersama untuk mengembangkan dan mampu bersaing di kancah nasional.

Sebenarnya, lanjut Waterpauw kata kuncinya adalah kepengurusan. Kalau kepengurusan yang baik maka atlet yang dihasilkan pun juga baik.

“Benahi dulu kepengurusan. Kalau mau serius bekerja mendorong prestasi anak-anak sejak awal dan berjenjang seharusnya tidak ada masalah,” pesannya.

KENN