as
as

Ini Identitas 2 Oknum Auditor BPK Papua Barat yang Diamankan KPK

Kantor BPK Perwakilan papua Barat
Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Papua Barat, Manokwari / Foto : KENN

Koreri.com, Manokwari – Dua oknum pegawai Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Papua Barat dilaporkan turut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Mosso.

Informasi yang diterima media ini, keduanya masing-masing David Patasaung dan Abu Hanifa.

Sebanyak lima orang baru saja diamankan dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (12/11/2023) dinihari.

Selain Pj Bupati Sorong, turut diamankan Kepala BPKAD Kabupaten Sorong Efer Segidifat dan Sekretaris BPKAD Kabupaten Sorong serta dua orang lainnya yang merupakan oknum pegawai BPK Perwakilan Papua Barat.

Informasi yang diperoleh media ini, Pj Bupati Sorong Cs diamankan atas dugaan tindak pidana korupsi  terkait pengkondisian temuan pemeriksaan hasil audit BPK Perwakilan Provinsi Papua Barat.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan adanya penangkapan itu.

“Benar tim KPK (12/11/2023) dini hari lakukan kegiatan tangkap tangan terhadap penyelenggara negara yang sedang melakukan korupsi di wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya,” jawabnya kepada Koreri.com, melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (13/11/2023) pagi.

Kata Ali Fikri, KPK juga mengamankan beberapa pihak lainnya.

“Tim KPK sejauh ini mengamankan beberapa pihak di Sorong dan Manokwari diantaranya para pejabat Kabupaten Sorong dan pemeriksa BPK Perwakilan Provinsi Papua Barat Daya,” sambungnya.

Ali Fikri menambahkan ke 5 orang tersebut diamankan atas dugaan tindak pidana korupsi  terkait pengkondisian temuan pemeriksaan hasil audit BPK Perwakilan Provinsi Papua Barat.

“Untuk perkembangan lainnya akan disampaikan,” sambungnya.

Sementara, BPK RI Perwakilan Provinsi Papua Barat bungkam soal KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua auditornya di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (12/11/2023) dini hari.

Ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, Senin (13/11/2023), pasca lembaga anti rasuah mengamankan Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso, Kepala BPKAD Efer Segedifat bersama Sekretaris Badan Keuangan serta dua tim pemeriksa, tak satu pun pihak BPK RI Perwakilan Papua Barat yang menjawab alias bungkam terhadap pertanyaan wartawan.

Mereka menolak memberikan keterangan dengan sejumlah alasan.

Mulai dari belum mendapat informasi pasti terkait identitas auditor tersebut dari KPK hingga menunggu keterangan resmi dari BPK RI.

KENN

as

Respon (1)

  1. Pantas saja masyarakat semakin susah, tingkat kemiskinan di Papua Barat meningkat Karna pejabat hobby nyolong. Harus ada pendidikan kejiwaan dan kerohanian agar mental it as dan moralitas pejabat benar bisa diperbaiki. Payaaaah. . katorang irang Papua bisa punah klu punya pemimpin seperti yg banyak dipemerintahan sekarang ini. Otak korup, tdk visioner, cenderung berpikir instan, tdk inovatif mempunyai mentalitas dan moralitas yg sangat buruk. Tinggal tggu 30-50 tahun kedepan orang Papua jadi penonton bahkan akan tersingkir.
    Ini klu membangun negeri ini dengan sistem pendidikan yang instan. Tiba2 punya titel S1, S2, S3 dan ES Teller tapi tdk pernah berinteraksi dgn ilmu pengetahuan yg sesyngguhnya. Karna Afirmasi diangkat menjadi pejabat tapi tdk bisa bikin apa2, akhirnya pelayanan publik menjdi amburadul (penuh dgn pungli) seperti yg kitorang lihat sekarang ini. Sioooooo. Bagaimana nasib bangsaku kedepan….😭😭😭

Komentar ditutup.