Koreri.com, Manokwari– Majelis Ulama Indonesia Papua Barat (MUI PB) meggelar Pelatihan Hidroponik di Teluk Bintuni, Sabtu (27/1/2024).
Kegiatan yang dilakukan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, MUI PB tersebut diikuti 53 peserta yang terdiri dari Pengurus MUI Teluk Bintuni, PPL, Kelompok Tani (Gapoktan), Sinar Tani, Majelis Taklim, Organisasi Wanita dan Organisasi Kepemudaan setempat.
Pelatihan dibuka secara resmi Pemerintah Daerah yang diwakili Kepala Distrik Manimeri, Abdul Azis Kosepa, S.STP. kegiatan ini mengapresiasi MUI PB, karena pelatihan Hidroponik merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah yaitu Ketahanan Pangan.
“Tentunya kami sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini. Dan ini sejalan dengan program pemerintah tentang ketahanan pangan,” ucapnya.
Sedangkan Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI PB Umi Riantiny, S. Sos., M.M mengatakan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan salah satu amanat Rakerda MUI Tahun 2021 di Raja Ampat.
Umi menjelaskan beberapa kegunaan dalam bertani secara hidroponik, yaitu minimal dapat mengkonsumsi sayuran segar yang diberikan kepada keluarga sendiri.
Ia menambahkan bahwa bertanam dengan hidroponik bisa bermula dari sebuah hobi. Dari hobi inilah diharapkan bisa berkembang menjadi semikomersial dan akhirnya komersial.
“Hidroponik sangat mungkin dikembangkan di rumah-rumah dengan lahan sempit maupun lahan yang luas untuk tujuan komersil,” katanya.
Pelatihan yang berlangsung di Yayasan Mumtazah An-Nur Waraitama Distrik Manimeri tersebut turut menghadirkan Dr Jeni S.Pd,M.Si sebagai pemateri. Dan peserta langsung mempraktekkan dengan menanam sayur Kangkung dan Pakcoy melalui hidroponik.
RLS






























