as
as

KDEKS I di Tanah Papua Resmi Dikukuhkan, Wapres RI Sebut Ini Peluang Besar Bagi PBD

Pengukuhan KDEKS I di Tanah Papua

Koreri.com, Sorong – Wakil Presiden RI Maruf Amin menyaksikan langsung pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) yang ke 30 di Indonesia dan pertama di tanah Papua di Provinsi Papua Barat Daya (PBD).

Pengukuhan dilaksanakan oleh Plt. Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang juga Ketua Harian Taufik Hidayat bertempat di Gedung Lambert Jitmau (Gedung LJ) Kota Sorong, Kamis (6/6/2024).

as

Hadir pada pengukuhan tersebut, Pj Gubernur Muhammad Musa’ad, jajaran Forkopimda PBD dan kabupaten/kota, perwakilan lembaga vertikal, pemangku kepentingan, para tokoh setempat serta tamu undangan.

Wapres dalam sambutannya mengatakan ekonomi dan keuangan syariah bukanlah gagasan yang digaungkan demi kepentingan umat Islam semata.

Namun, telah menjadi praktik yang diterima luas oleh semua kelompok masyarakat karena sifat dan hakikatnya yang bukan hanya untuk umat muslim (inklusif), tetapi juga mengedepankan keadilan.

Di tatanan global, negara-negara dengan penduduk mayoritas non-Muslim justru telah meraup peluang dan keuntungan dari pesatnya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Pengukuhan KDEKS I di Tanah Papua3“Sebagai contoh, Brazil, Australia, dan Thailand terdepan dalam ekspor produk makanan halal. Korea Selatan dan Jepang juga konsisten mengembangkan pariwisata ramah muslim, bahkan Inggris menjadikan negaranya pusat pasar keuangan Islam,” urainya.

Di dalam negeri, lanjut Wapres, Pemerintah mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi.

Berbagai wilayah lain telah menuai manfaat ekonomi dan keuangan syariah dalam pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.

Kini saatnya Provinsi Papua Barat Daya mulai menggerakkan potensi wilayah demi mewujudkan Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif. Utamanya, dengan menggandeng masyarakat lokal dan asli Papua, termasuk pelaku UMKM, agar lebih berdaya dan sejahtera.

“Saya telah menyaksikan sendiri kekayaan wilayah ini. Salah satunya pesona Raja Ampat, yang pernah saya kunjungi tahun 2018. Ini baru sedikit potret pariwisata Papua Barat Daya yang berkelas dunia,” bebernya.

Di samping itu, Wapres ingin agar produk-produk UMKM Indonesia makin berkualitas dan membanjiri pasar ekspor dunia, di samping memenuhi pasar dalam negeri yang sangat besar.

“Ini adalah kesempatan besar dan Provinsi Papua Barat Daya cepat mengambil peluang ini dengan membentuk KDEKS pertama di tanah Papua.

Istimewanya, sebagai provinsi termuda yang belum genap dua tahun, Papua Barat Daya telah menunjukan komitmen tinggi untuk mulai mengakselerasi gerak pertumbuhan ekonomi syariah dan pemerataan kesejahteraan secara selaras, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

ZAN

as